06 Juni 2010

putar kembali

0 komentar
bukan saya enggan kembali bertemu anda, tp segala jejak kebersamaan kita, selalu menyelami tiap menitnya. tanpa ampun!

kedua ujung bibirku tertarik kebawah membentuk huruf U terbalik setelah kubaca pesan singkat darimu yg memberi kabar kereta tua lelah ditengah jalan, dan waktu pun terasa lumpuh berjalan

namun serasa remote kendali fastforward tertekan, waktu berbanding terbalik terasa bergairah dan berlaju kencang dikala lelaki berswitter coklat duduk disampingku, dan celotehan tentang antrian manusia yg mengular disuatu halte mengalir dengan lancar dari mulut kami..

selasaran jalan yg kita tapakki bersama, nafasmu yg tersengal karena mengikuti langkahku yg beradu dgn besi di lorong panjang menuju halte matraman
hangat tanganmu yg berjuang 10 jam dalam kotak berjalan, kepanasan, dihadang iklan bertubi dari para pedagang asongan, dengan lembut menggenggam tangan ku
dan sedetik itu, kebekuan dihatiku mencair
selamat datang musim semi wahai jiwa kesepian

"perjalanan kita masih panjang, kuat kah kamu?" tanyaku
"kuat, sini tas kecilmu biar aku yg pegang" jawabnya

biasanya aku mati bosan menanti bus icon kota jakarta itu, namun karena dia, tiap waktu yg berjalan ku syukuri

Ku nikmati berdesakan bersama puluhan kepala hitam yg frustrasi akan kota kebanggaannya yg lambat laun makin pasif

Ku nikmati wajah sumringahmu mengikuti gayaku memakai tas gendong didepan dan bersender di pintu

Ku nikmati genggaman tanganmu yg tersembunyi dari pandangan mata puluhan orang, masih hangat dan semakin membuatku nyaman

ku pandang raut lelah dari wajah dan bola matamu yg tidak bisa berbohong, namun tak keluar satupun keluhan dari bibirmu
sepanjang perjalanan, hanya senyuman yg lekat terpatri dipantulan wajah mu
Wajah itu yg biasa ku sapa dilayar komputer dan handphone, kini dapat kuraba dan kurasa dengan nyata

Perjalanan kita masih panjang, apakah kamu lelah?

Aku tidak ada lelahnya untuk menggapai cita-cita dan impian bersama mu

Tapi bila masing masing bosan? Kelelahan menghadapi kenyataan dan jarak?

Ingatlah kembali impian kita dan jangan pernah remehkan aku, aku orang yg konsisten dalam berkomitmen

Ah mulut lelaki dimana-mana sama, awalnya saja manis!

Itulah kamu, tidak pernah bisa menghargai aku dan keputusanku. Biar waktu membuktikan, walau berjuang sendirian, aku tidak akan menyerah!



Tidak akan ada habisnya, aku dan kamu bagai air dan sirup yg menyatu dan membuat warna baru dalam cangkir


-satu minggu setelah kepergian mu pulang ke kota pelajar, saya kembali dihantui bayang-bayangmu-

06 Juni 2010

putar kembali

bukan saya enggan kembali bertemu anda, tp segala jejak kebersamaan kita, selalu menyelami tiap menitnya. tanpa ampun!

kedua ujung bibirku tertarik kebawah membentuk huruf U terbalik setelah kubaca pesan singkat darimu yg memberi kabar kereta tua lelah ditengah jalan, dan waktu pun terasa lumpuh berjalan

namun serasa remote kendali fastforward tertekan, waktu berbanding terbalik terasa bergairah dan berlaju kencang dikala lelaki berswitter coklat duduk disampingku, dan celotehan tentang antrian manusia yg mengular disuatu halte mengalir dengan lancar dari mulut kami..

selasaran jalan yg kita tapakki bersama, nafasmu yg tersengal karena mengikuti langkahku yg beradu dgn besi di lorong panjang menuju halte matraman
hangat tanganmu yg berjuang 10 jam dalam kotak berjalan, kepanasan, dihadang iklan bertubi dari para pedagang asongan, dengan lembut menggenggam tangan ku
dan sedetik itu, kebekuan dihatiku mencair
selamat datang musim semi wahai jiwa kesepian

"perjalanan kita masih panjang, kuat kah kamu?" tanyaku
"kuat, sini tas kecilmu biar aku yg pegang" jawabnya

biasanya aku mati bosan menanti bus icon kota jakarta itu, namun karena dia, tiap waktu yg berjalan ku syukuri

Ku nikmati berdesakan bersama puluhan kepala hitam yg frustrasi akan kota kebanggaannya yg lambat laun makin pasif

Ku nikmati wajah sumringahmu mengikuti gayaku memakai tas gendong didepan dan bersender di pintu

Ku nikmati genggaman tanganmu yg tersembunyi dari pandangan mata puluhan orang, masih hangat dan semakin membuatku nyaman

ku pandang raut lelah dari wajah dan bola matamu yg tidak bisa berbohong, namun tak keluar satupun keluhan dari bibirmu
sepanjang perjalanan, hanya senyuman yg lekat terpatri dipantulan wajah mu
Wajah itu yg biasa ku sapa dilayar komputer dan handphone, kini dapat kuraba dan kurasa dengan nyata

Perjalanan kita masih panjang, apakah kamu lelah?

Aku tidak ada lelahnya untuk menggapai cita-cita dan impian bersama mu

Tapi bila masing masing bosan? Kelelahan menghadapi kenyataan dan jarak?

Ingatlah kembali impian kita dan jangan pernah remehkan aku, aku orang yg konsisten dalam berkomitmen

Ah mulut lelaki dimana-mana sama, awalnya saja manis!

Itulah kamu, tidak pernah bisa menghargai aku dan keputusanku. Biar waktu membuktikan, walau berjuang sendirian, aku tidak akan menyerah!



Tidak akan ada habisnya, aku dan kamu bagai air dan sirup yg menyatu dan membuat warna baru dalam cangkir


-satu minggu setelah kepergian mu pulang ke kota pelajar, saya kembali dihantui bayang-bayangmu-