bukan saya enggan kembali bertemu anda, tp segala jejak kebersamaan kita, selalu menyelami tiap menitnya. tanpa ampun!
kedua ujung bibirku tertarik kebawah membentuk huruf U terbalik setelah kubaca pesan singkat darimu yg memberi kabar kereta tua lelah ditengah jalan, dan waktu pun terasa lumpuh berjalan
namun serasa remote kendali fastforward tertekan, waktu berbanding terbalik terasa bergairah dan berlaju kencang dikala lelaki berswitter coklat duduk disampingku, dan celotehan tentang antrian manusia yg mengular disuatu halte mengalir dengan lancar dari mulut kami..
selasaran jalan yg kita tapakki bersama, nafasmu yg tersengal karena mengikuti langkahku yg beradu dgn besi di lorong panjang menuju halte matraman
hangat tanganmu yg berjuang 10 jam dalam kotak berjalan, kepanasan, dihadang iklan bertubi dari para pedagang asongan, dengan lembut menggenggam tangan ku
dan sedetik itu, kebekuan dihatiku mencair
selamat datang musim semi wahai jiwa kesepian
"perjalanan kita masih panjang, kuat kah kamu?" tanyaku
"kuat, sini tas kecilmu biar aku yg pegang" jawabnya
biasanya aku mati bosan menanti bus icon kota jakarta itu, namun karena dia, tiap waktu yg berjalan ku syukuri
Ku nikmati berdesakan bersama puluhan kepala hitam yg frustrasi akan kota kebanggaannya yg lambat laun makin pasif
Ku nikmati wajah sumringahmu mengikuti gayaku memakai tas gendong didepan dan bersender di pintu
Ku nikmati genggaman tanganmu yg tersembunyi dari pandangan mata puluhan orang, masih hangat dan semakin membuatku nyaman
ku pandang raut lelah dari wajah dan bola matamu yg tidak bisa berbohong, namun tak keluar satupun keluhan dari bibirmu
sepanjang perjalanan, hanya senyuman yg lekat terpatri dipantulan wajah mu
Wajah itu yg biasa ku sapa dilayar komputer dan handphone, kini dapat kuraba dan kurasa dengan nyata
Perjalanan kita masih panjang, apakah kamu lelah?
Aku tidak ada lelahnya untuk menggapai cita-cita dan impian bersama mu
Tapi bila masing masing bosan? Kelelahan menghadapi kenyataan dan jarak?
Ingatlah kembali impian kita dan jangan pernah remehkan aku, aku orang yg konsisten dalam berkomitmen
Ah mulut lelaki dimana-mana sama, awalnya saja manis!
Itulah kamu, tidak pernah bisa menghargai aku dan keputusanku. Biar waktu membuktikan, walau berjuang sendirian, aku tidak akan menyerah!
Tidak akan ada habisnya, aku dan kamu bagai air dan sirup yg menyatu dan membuat warna baru dalam cangkir
-satu minggu setelah kepergian mu pulang ke kota pelajar, saya kembali dihantui bayang-bayangmu-
06 Juni 2010
16 April 2010
ngenka ride!
Saya Rindu Dia..
yaa, inilah penampakan yang biasa hadir dalam tiap malam, bahkan tiap saya memejam mata (agak berlebihan ya :P)
yaa, inilah penampakan yang biasa hadir dalam tiap malam, bahkan tiap saya memejam mata (agak berlebihan ya :P)
mei..mei..mei :)
baiklah saya kuat (hehehe apaseh)13 Maret 2010
dan kita bicara tentang suatu masa..
Halo semua!
Berkat sebuah Notes di Facebook dari sahabat saya, Ekawati Erprisman, saya jadi terpacu untuk ikut menulis atau lebih tepatnya mencurahkan apa yg ada di benak seorang Annisha yg telah genap 20tahun hidup dan bergumul dengan kehidupan.
Kalau eka menulis tentang flashbacknya 20th kebelakang (ups..saya ga maksut memberi tahu umur mu ya, ka. Upss apa saya malah mempertegas? Hahaha) mmm..saya memilih untuk lebih membicarakan tentang 20th kedepan dengan sedikit menengok kebelakang lah : )
Bukannya saya mau meramal tentang nasib saya sendiri ya, karena saya bukan pembaca masa depan seperti mama laurent ataupun ki joko bodo :P
Jangan kan baca masa depan, untuk bisa membaca karakter diri sendiri saja, susahnya setengah hidup.
Baiklah fokus fokus!. Jadi yg sebenarnya ingin saya bicarakan adalah tentang: "mau jadi apa sih sebenarnya saya ini". Bukan bertransformasi seperti mutan atau sejenisnya ya (oke, garing!)
tapi lebih ke : "hmm..saya sudah memasuki tahun ke 20 dalam hidup. gimana yah kira-kira 5th saya kemudian? Apakah saya akan tersenyum dalam balutan blazer khas seorang pegawai kantoran. Dimana mapan, cemerlang, idaman adalah kata-kata yg cukup pantas menggambarkannya.
Ataukah saya tanpa ekspresi bermalas-malasan disudut kamar membaca tumpukan komik usang masa lalu demi menghabiskan waktu dengan hal-hal tak berguna, kemudian tinggal mengadahkan tangan kepada orangtua meminta sejumlah dana untuk 'menghibur' seorang kesepian yaitu diri saya sendiri"
Duh option yg kedua jangan sampe kejadian dong : (
Sebenarnya bukan hanya 2 option itu aja sih, tapi ada banyak sekali kemungkinan yg sempat terbesit ketika saya sedang diam, merenung dan sedang 'sadar' seperti saat ini.
Tapi untuk mengutarakannya, nampaknya sulit karena begitu banyak dan begitu abstrak.
(alaah bilang aja males ngetak ngetiknya yakan?)
Balik lagi ke notes eka. Di akhir notesnya ada beberapa kalimat yg saya suka :
"Itulah proses hidup, terus berputar dan harus dijalani".
Setuju, saya setuju!
Hidup eka!
Hidup eka!
emm.. bagi duit dong ka! (loh loh)
Saya jadi ingat di suatu malam, saat sedang menghabiskan waktu bersama sahabat di masa kecil saya, kak hutri namanya..
Di pelataran halaman rumahnya, saat itu saya masih berseragam putih biru.
Kami berdua membicarakan tentang masa depan. Bagaimana keinginan saya untuk dapat berbangga hati mengenakan yellow jacket khas mahasiswa Universitas Indonesia, lalu degup jantung saya terpompa lebih cepat membayangkannya.
Kemudian waktu berputar dan saya sedang duduk di sebuah kelas 11 Ipa 3, berbincang bersama teman-teman seperjuangan saling berdiskusi tentang kampus impian, dan dengan menggebu-gebu saya mengutarakan keinginan untuk menjadi salah satu dari mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)
Dan sekarang saya berkaca, dengan almamater hijau tua, berlogo STIE Perbanas.
Yap! inilah saya saat ini. Hahahahah..
Hmm.. mungkin segala angan saya tentang kampus impian itu ga ada yg terwujud.
Tapi saya coba melihat titik terangnya, setidaknya saya masih bisa berbangga hati mengenakan almamater yg menandakan, Alhamdulillah.. saya masih bisa melanjutkan studi saya menjadi seorang mahasiswa, tingkatan tertinggi dari level pendidikan.
Dan sekarang, saya harus kembali fokus seperti janji saya di awal perkuliahan dimana saya harus lulus setidaknya sesuai prosedur S1 yaitu 4 tahun. Saya punya tanggung jawab selain terhadap kedua orangtua serta pada diri sendiri.
Bolehlah saat ini saya jenuh, saya bimbang memikirkan APA YANG AKAN TERJADI NANTI?
Tapi saya ga boleh terus-terusan terpaku dgn kedua hal tsb. Bisa-bisa saya hanya akan jadi seorang Loser yg jalan ditempat.
Entahlah tentang masa depan.
Mumet, njelimet, bahkan saya malas baca ulang tulisan ini karna banyak kata baku yg terkesan mendikte (tuh kan. jadi mau mu apa sih, nish?)
Tapi setidaknya, nanti saya di masa depan (umm..hallo :D ) bisa melihat rangkaian kata di blog ini entah dengan senyum-senyum dan membatin sendiri :
"apalah kau cakap ni, nish! Macam penulis tak kesampaian saje"
(mengapa jadi melayu begini, datuk? :P )
atau malah berkaca-kaca ku dibuatnya?
Baiklah, Future...
entah bagaimana pun rupa mu nanti..
Yg pasti sekarang saya mau belajar melukis dulu..
Agar nantinya kau semakin indah dikenang..
Annisha
13 Maret 2010 : )
Berkat sebuah Notes di Facebook dari sahabat saya, Ekawati Erprisman, saya jadi terpacu untuk ikut menulis atau lebih tepatnya mencurahkan apa yg ada di benak seorang Annisha yg telah genap 20tahun hidup dan bergumul dengan kehidupan.
Kalau eka menulis tentang flashbacknya 20th kebelakang (ups..saya ga maksut memberi tahu umur mu ya, ka. Upss apa saya malah mempertegas? Hahaha) mmm..saya memilih untuk lebih membicarakan tentang 20th kedepan dengan sedikit menengok kebelakang lah : )
Bukannya saya mau meramal tentang nasib saya sendiri ya, karena saya bukan pembaca masa depan seperti mama laurent ataupun ki joko bodo :P
Jangan kan baca masa depan, untuk bisa membaca karakter diri sendiri saja, susahnya setengah hidup.
Baiklah fokus fokus!. Jadi yg sebenarnya ingin saya bicarakan adalah tentang: "mau jadi apa sih sebenarnya saya ini". Bukan bertransformasi seperti mutan atau sejenisnya ya (oke, garing!)
tapi lebih ke : "hmm..saya sudah memasuki tahun ke 20 dalam hidup. gimana yah kira-kira 5th saya kemudian? Apakah saya akan tersenyum dalam balutan blazer khas seorang pegawai kantoran. Dimana mapan, cemerlang, idaman adalah kata-kata yg cukup pantas menggambarkannya.
Ataukah saya tanpa ekspresi bermalas-malasan disudut kamar membaca tumpukan komik usang masa lalu demi menghabiskan waktu dengan hal-hal tak berguna, kemudian tinggal mengadahkan tangan kepada orangtua meminta sejumlah dana untuk 'menghibur' seorang kesepian yaitu diri saya sendiri"
Duh option yg kedua jangan sampe kejadian dong : (
Sebenarnya bukan hanya 2 option itu aja sih, tapi ada banyak sekali kemungkinan yg sempat terbesit ketika saya sedang diam, merenung dan sedang 'sadar' seperti saat ini.
Tapi untuk mengutarakannya, nampaknya sulit karena begitu banyak dan begitu abstrak.
(alaah bilang aja males ngetak ngetiknya yakan?)
Balik lagi ke notes eka. Di akhir notesnya ada beberapa kalimat yg saya suka :
"Itulah proses hidup, terus berputar dan harus dijalani".
Setuju, saya setuju!
Hidup eka!
Hidup eka!
emm.. bagi duit dong ka! (loh loh)
Saya jadi ingat di suatu malam, saat sedang menghabiskan waktu bersama sahabat di masa kecil saya, kak hutri namanya..
Di pelataran halaman rumahnya, saat itu saya masih berseragam putih biru.
Kami berdua membicarakan tentang masa depan. Bagaimana keinginan saya untuk dapat berbangga hati mengenakan yellow jacket khas mahasiswa Universitas Indonesia, lalu degup jantung saya terpompa lebih cepat membayangkannya.
Kemudian waktu berputar dan saya sedang duduk di sebuah kelas 11 Ipa 3, berbincang bersama teman-teman seperjuangan saling berdiskusi tentang kampus impian, dan dengan menggebu-gebu saya mengutarakan keinginan untuk menjadi salah satu dari mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)
Dan sekarang saya berkaca, dengan almamater hijau tua, berlogo STIE Perbanas.
Yap! inilah saya saat ini. Hahahahah..
Hmm.. mungkin segala angan saya tentang kampus impian itu ga ada yg terwujud.
Tapi saya coba melihat titik terangnya, setidaknya saya masih bisa berbangga hati mengenakan almamater yg menandakan, Alhamdulillah.. saya masih bisa melanjutkan studi saya menjadi seorang mahasiswa, tingkatan tertinggi dari level pendidikan.
Dan sekarang, saya harus kembali fokus seperti janji saya di awal perkuliahan dimana saya harus lulus setidaknya sesuai prosedur S1 yaitu 4 tahun. Saya punya tanggung jawab selain terhadap kedua orangtua serta pada diri sendiri.
Bolehlah saat ini saya jenuh, saya bimbang memikirkan APA YANG AKAN TERJADI NANTI?
Tapi saya ga boleh terus-terusan terpaku dgn kedua hal tsb. Bisa-bisa saya hanya akan jadi seorang Loser yg jalan ditempat.
Entahlah tentang masa depan.
Mumet, njelimet, bahkan saya malas baca ulang tulisan ini karna banyak kata baku yg terkesan mendikte (tuh kan. jadi mau mu apa sih, nish?)
Tapi setidaknya, nanti saya di masa depan (umm..hallo :D ) bisa melihat rangkaian kata di blog ini entah dengan senyum-senyum dan membatin sendiri :
"apalah kau cakap ni, nish! Macam penulis tak kesampaian saje"
(mengapa jadi melayu begini, datuk? :P )
atau malah berkaca-kaca ku dibuatnya?
Baiklah, Future...
entah bagaimana pun rupa mu nanti..
Yg pasti sekarang saya mau belajar melukis dulu..
Agar nantinya kau semakin indah dikenang..
Annisha
13 Maret 2010 : )
10 Maret 2010
lekas dilihat, lekas saya simpan :)
Dia paling benci sayap ayam
entah itu sudah digoreng kering, dibumbui dengan racikan ala kolonel sanders nan menggoda
tak berpengaruh
Dia tetap benci.
Dia tidak romantis
tidak pernah bisa melihat waktu, dimana aku berharap bisa dibuai sejuta kata" asmara
tapi selalu membuat ku terkaget-kaget saat tiba" ia menarik ku untuk berdansa ditengah alunan melodi cayman island, dipenghujung sore sehabis hujan..
Dia setengah mati sangat cuek
tidak pernah tau apa alasan aku tiba-tiba diam dan mengacuhkannya
tapi dia setengah mati melakukan segala cara untuk bisa membuatku kembali tersenyum padanya, walaupun tetap ia tidak tau apa kesalahannya dihari itu
ia tulus berkata: "maafkan aku..aku menyayangimu"
dan aku setengah mati menahan air mata entah kesal atau lega mendengarnya, karna aku juga setengah mati menahan rindu dan ego untuk tidak menggubrisnya seharian penuh
Dia aneh dan menjengkelkan!
selama beberapa waktu aku tahan berjuta perasaan yg bercampur jadi satu, kemudian ku bertemu kembali dengan sosoknya yg bisa dalam hitungan detik membuat rasa nyaman menjalar ke seluruh tubuh,
dia malah memasang muka konyol
kemudian melingkarkan pengganjal horden ke kepala dan bergaya khas sesosok pahlawan lokal dan berkata dengan suara berat (atau diberat-beratkan): "SAYA..SI BUTA DARI GUA HANTU"
ingin sekali ku jitak kepalanya!
tapi ku malah mendaratkan 1 kecupan dipipinya yg bulat dan kami menghabiskan waktu dengan saling menertawakan diri sendiri.
dalam hati dan pikiran yg teramat konyol, aku bahkan membatin ke diri sendiri: "AKU MAU JADI MONYET YG SETIA PADA SI BUTA. ASAL SELAMA ITU AKU BISA TERUS BERADA DISAMPINGMU"
ternyata kebodohan bisa menjalar rupanya :P
Dia pecinta musik, dan alunan suara, distorsi, reverb, delay, echo dan berbagai istilah asing lainnya untuk aku seorang awam
Dia penikmat Radiohead, Sigur Ros, Explossion in The Sky, Thom Yorke, Heinrich Manuver dan berjuta musisi jenius lainnya
yg membuatku minder akan pengetahuannya yg luas
bahkan ia bisa menjadi sesosok pribadi yg berbeda saat berbicara soal idealisme dalam bermusik
telinganya dapat menangkap dengan baik bunyi-bunyian yg tak terdengar sama sekali bagiku
sementara aku bermain dengan lirik, ia berkonsentrasi dengan instrumen
sungguh kekonyolannya menghilang drastis dikala ia bercengkrama dengan yg namanya musik.
Dia punya bakat alami dalam mendesign
yg membuatku jengkel dan cemburu buta dengan PCnya yg bisa semalaman suntuk beradu pandang dengan kejernihan matanya
tapi dipagi hari setelah melihat satu lagi karya nya sehabis berautis ria dengan adobe, corel, dan sejenisnya,
yg tumbuh malah rasa bangga karna lagi-lagi kutemukan kejeniusannya yg lain :)
Aku memang yg pertama kali menggenggam erat tangannya, merangkul lengannya, mencium pipinya
semua kulakukan ditengah orang banyak
padahal aku pasif dalam mengutarakan ekspresiku dalam mencinta
tapi sungguh, aku bangga memilikinya
Hihihi..aku masih geli sampai detik ini, mengingat tangannya gemetar menyuapiku disudut restoran di pejaten village
"Ini pertama kalinya untukku.." gumamnya
tanpa dia sadari, dia pun menjadi yg pertama dalam banyak hal untukku..
masa depan memang masih gelap, tapi dua senter yg masing-masing kami genggam, akan membimbing kami ke sebuah sumber cahaya yg disebut kebahagiaan
dua senter yg melambangkan harapan itu, kami namakan Aurora dan Alpha..
dua hal yg membuat degup jantung saya berpacu lebih cepat, lebih kuat dan bersemangat menyambut hari esok, lusa, dan esok setelah lusa
disamping seorang Derry Ramadhan, impossible adalah suatu kata yg tidak mungkin
Selalu ada harapan
Harapan ku saat ini
Selalu bersama dengannya, selama mungkin, senyaman mungkin..
Amien :-)
entah itu sudah digoreng kering, dibumbui dengan racikan ala kolonel sanders nan menggoda
tak berpengaruh
Dia tetap benci.
Dia tidak romantis
tidak pernah bisa melihat waktu, dimana aku berharap bisa dibuai sejuta kata" asmara
tapi selalu membuat ku terkaget-kaget saat tiba" ia menarik ku untuk berdansa ditengah alunan melodi cayman island, dipenghujung sore sehabis hujan..
Dia setengah mati sangat cuek
tidak pernah tau apa alasan aku tiba-tiba diam dan mengacuhkannya
tapi dia setengah mati melakukan segala cara untuk bisa membuatku kembali tersenyum padanya, walaupun tetap ia tidak tau apa kesalahannya dihari itu
ia tulus berkata: "maafkan aku..aku menyayangimu"
dan aku setengah mati menahan air mata entah kesal atau lega mendengarnya, karna aku juga setengah mati menahan rindu dan ego untuk tidak menggubrisnya seharian penuh
Dia aneh dan menjengkelkan!
selama beberapa waktu aku tahan berjuta perasaan yg bercampur jadi satu, kemudian ku bertemu kembali dengan sosoknya yg bisa dalam hitungan detik membuat rasa nyaman menjalar ke seluruh tubuh,
dia malah memasang muka konyol
kemudian melingkarkan pengganjal horden ke kepala dan bergaya khas sesosok pahlawan lokal dan berkata dengan suara berat (atau diberat-beratkan): "SAYA..SI BUTA DARI GUA HANTU"
ingin sekali ku jitak kepalanya!
tapi ku malah mendaratkan 1 kecupan dipipinya yg bulat dan kami menghabiskan waktu dengan saling menertawakan diri sendiri.
dalam hati dan pikiran yg teramat konyol, aku bahkan membatin ke diri sendiri: "AKU MAU JADI MONYET YG SETIA PADA SI BUTA. ASAL SELAMA ITU AKU BISA TERUS BERADA DISAMPINGMU"
ternyata kebodohan bisa menjalar rupanya :P
Dia pecinta musik, dan alunan suara, distorsi, reverb, delay, echo dan berbagai istilah asing lainnya untuk aku seorang awam
Dia penikmat Radiohead, Sigur Ros, Explossion in The Sky, Thom Yorke, Heinrich Manuver dan berjuta musisi jenius lainnya
yg membuatku minder akan pengetahuannya yg luas
bahkan ia bisa menjadi sesosok pribadi yg berbeda saat berbicara soal idealisme dalam bermusik
telinganya dapat menangkap dengan baik bunyi-bunyian yg tak terdengar sama sekali bagiku
sementara aku bermain dengan lirik, ia berkonsentrasi dengan instrumen
sungguh kekonyolannya menghilang drastis dikala ia bercengkrama dengan yg namanya musik.
Dia punya bakat alami dalam mendesign
yg membuatku jengkel dan cemburu buta dengan PCnya yg bisa semalaman suntuk beradu pandang dengan kejernihan matanya
tapi dipagi hari setelah melihat satu lagi karya nya sehabis berautis ria dengan adobe, corel, dan sejenisnya,
yg tumbuh malah rasa bangga karna lagi-lagi kutemukan kejeniusannya yg lain :)
Aku memang yg pertama kali menggenggam erat tangannya, merangkul lengannya, mencium pipinya
semua kulakukan ditengah orang banyak
padahal aku pasif dalam mengutarakan ekspresiku dalam mencinta
tapi sungguh, aku bangga memilikinya
Hihihi..aku masih geli sampai detik ini, mengingat tangannya gemetar menyuapiku disudut restoran di pejaten village
"Ini pertama kalinya untukku.." gumamnya
tanpa dia sadari, dia pun menjadi yg pertama dalam banyak hal untukku..
masa depan memang masih gelap, tapi dua senter yg masing-masing kami genggam, akan membimbing kami ke sebuah sumber cahaya yg disebut kebahagiaan
dua senter yg melambangkan harapan itu, kami namakan Aurora dan Alpha..
dua hal yg membuat degup jantung saya berpacu lebih cepat, lebih kuat dan bersemangat menyambut hari esok, lusa, dan esok setelah lusa
disamping seorang Derry Ramadhan, impossible adalah suatu kata yg tidak mungkin
Selalu ada harapan
Harapan ku saat ini
Selalu bersama dengannya, selama mungkin, senyaman mungkin..
Amien :-)
16 Februari 2010
at least, this is the last (conv) =)
She : abis muka kamu tuh kaya anak anjing yg dibuang induknya ditengah jalan. Geregetan liatnya
He : apa apa apa? anak ANJING? baguuuusss!
She : kan lucu yang, mukanya innocent ngegemesin gituu!
He : tetep aja ANJING. gak gak gak gak!
She : yang, kamu gonggong?
Hehehe kayanya udah 3hari berturut-turut saya memposting tentang percakapan dengan lelaki aries itu. Gimana ya, abis kangen sih! (dengan nada ke-abege²an)
Semoga yg bersangkutan tidak keberatan dengan postingan 3hari kebelakang :P
makanya maboi, cepat kunjungi Jakarta kembali, atau saya posting yg lebih membahayakan lagi dari ini! (ceritanya ngancem)
Udah ah, mo telpon interlokal dulu ke Jogja. Bye strangers!
nut. .nut. .nut. .☁..☁..☁..☁..☁..☁..☁..☁..
He : apa apa apa? anak ANJING? baguuuusss!
She : kan lucu yang, mukanya innocent ngegemesin gituu!
He : tetep aja ANJING. gak gak gak gak!
She : yang, kamu gonggong?
Hehehe kayanya udah 3hari berturut-turut saya memposting tentang percakapan dengan lelaki aries itu. Gimana ya, abis kangen sih! (dengan nada ke-abege²an)
Semoga yg bersangkutan tidak keberatan dengan postingan 3hari kebelakang :P
makanya maboi, cepat kunjungi Jakarta kembali, atau saya posting yg lebih membahayakan lagi dari ini! (ceritanya ngancem)
Udah ah, mo telpon interlokal dulu ke Jogja. Bye strangers!
nut. .nut. .nut. .☁..☁..☁..☁..☁..☁..☁..☁..
15 Februari 2010
at least. . . I tried :P
He : bla bla blahh (as usual, he's talkative..)
She : yangyangyangyaaaang, aku mo nanya nih denger, dengeerrr..
He : iyo iyo, apa?
She : papa kamu astronot ya, sayang?
He : hah? Papa? Astronot?
She : iya, papamu astronot yah? Iya kan?
He : gimana? Bingung aku, astronot apa? Nda kok (he's faced it seriously!)
She : iya, papamu astronot kan? Soalnya aku ngeliat bintang dimatamu
He : . . . . . (stuck at the moment)
She : AHAHAHAH romantis kan, rayuannya yaang?
He : wuoopo toh, kayak gombalnya anak-anak di pedesaan!?
She : *pingsan*
Yasudah, romantis atau tidak, saya cinta kamu apa adanya (♥ε♥)
*prikitiuw*
i.w.h.y aries boi :)
She : yangyangyangyaaaang, aku mo nanya nih denger, dengeerrr..
He : iyo iyo, apa?
She : papa kamu astronot ya, sayang?
He : hah? Papa? Astronot?
She : iya, papamu astronot yah? Iya kan?
He : gimana? Bingung aku, astronot apa? Nda kok (he's faced it seriously!)
She : iya, papamu astronot kan? Soalnya aku ngeliat bintang dimatamu
He : . . . . . (stuck at the moment)
She : AHAHAHAH romantis kan, rayuannya yaang?
He : wuoopo toh, kayak gombalnya anak-anak di pedesaan!?
She : *pingsan*
Yasudah, romantis atau tidak, saya cinta kamu apa adanya (♥ε♥)
*prikitiuw*
i.w.h.y aries boi :)
12 Februari 2010
at least I ♥ him
He : bla bla bla (talk a lot)
She : ehmmm. . .sayaaaaang
He : hmmm kenapa, kangen?
She : hehehehe iya, kangen tauk yaang!
He : *prok prok prok*
She : . . .mmmm yang?!
He : DISINI KOK BANYAK NYAMUK YAH?
She : . . . . . .
He : yang? halo, halo?!. . .
She : aries emang gak bisa romantis yah (‾___‾)
another random thingy about maboi :P
She : ehmmm. . .sayaaaaang
He : hmmm kenapa, kangen?
She : hehehehe iya, kangen tauk yaang!
He : *prok prok prok*
She : . . .mmmm yang?!
He : DISINI KOK BANYAK NYAMUK YAH?
She : . . . . . .
He : yang? halo, halo?!. . .
She : aries emang gak bisa romantis yah (‾___‾)
another random thingy about maboi :P
09 Januari 2010
sekilas duaribusembilan
2009 sudah berlalu, tapi ada berjuta kenangan yang ga bakal bisa gw lupain sepanjang hidup, yang menyangkut beberapa hal penting dalam hidup gw:
1. Sahabat
Tanggal 30 November 2009 adalah hari yg memorable..
Dimana gw ulang tahun yang ke- ehm.. Dua puluh, dan ketiga sahabat gw memberi suatu kejutan, yang mengharuskan gw pake penutup mata dari kampus sampai suatu tempat yg gw sendiri ga tau. Dari kampus-busway-mobil-secret place tsb mata gw ditutup, plus headset dikuping dgn volume paling pol. Sampe secret place tsb, gw diiket di salah satu pohon, dan akhirnya setelah boleh buka penutup mata, langsung muka gw 'disambut' kue dgn cream tebal, dan diguyur dengan campuran kopi + rinso seEMBER. Iyaloh seEMBER -_- dan ternyata secret place nya adalah rumah saya sendiri. Belum puas mereka mengabadikan kejadian penyiksaan tsb dgn foto-foto dan sejumlah video daaan diupload ke facebook serta ditag ke beberapa orang yg senang melihat saya tersiksa :p
Tapi gw ga bisa marah karna it was my first experience hehehe. Terimakasih, Aprianty Abas, Chairany Yasmita, Wa ode Nurhayda. Makasih juga semua temen-temen & sahabat yg selalu ada buat gw saat gw sedang berada dalam titik terendah, saat terjatuh, dan kalian selalu mengulurkan tangan, membantu gw kembali berdiri dan akhirnya dapat berjalan dengan tegap menyongsong hari esok.
Tapi, di 2009 juga sekaligus gw kehilangan seseorang yg dulu seiya-sekata, yg dulu saling mendukung, mendengar segala keluh-kesah. Kehilangan disini karna suatu permasalahan akibat mempertahankan ego masing-masing, dan karna seseorang yg tidak sepadan yg membuat kita harus kehilangan satu sama lain. Kalau kamu wahai teman, membaca postingan ini, saya cuma mau menyampaikan, tolonglah kita selesaikan semuanya dengan DEWASA, bukan saling membicarakan dibelakang, saling curiga dan mengejek satu sama lain. Betapa jalinan pertemanan kita terlalu berharga dibanding seseorang yang sekedar datang dan meninggalkan luka dihati masing-masing. Sungguh teman, saya mengikhlaskan dia sepenuhnya, saya pun mendukung kamu berjalan berdampingan dengannya. Tapi jgn sangkut-pautkan saya dalam setiap permasalahanmu. Kenapa mesti kamu, teman. Yang membuat saya sakit dan menangis.
Yasudahlah gw jadi melankolis begini, lanjut deh :p
2. Pacar Tersayang
Seseorang yg gw kenal dari social network di tahun 2007, yg awalnya cuma saling ninggalin komen di profile masing-masing, sampe ninggalin nomor hape di message (hahaha) lalu berjalan saling menjaga komunikasi dengan smsan, telp"an. Awalnya gw anggep dia tmn biasa, tapi gw punya some feeling yg mengatakan kalau dia itu istimewa, extra ordinary. Di thn 2008 sempet lost contact karna beberapa hal, daaan di 2009 komunikasi kami terjalin lebih baik lagi, sampai di bulan agustus kita saling berkomitmen untuk memulai suatu hubungan dengan landasan cinta dan kepercayaan :P (agak telenovela sekali bahasa gw). Gw sama dia terpisah oleh suatu Jarak. Antara Jogjakarta-Jakarta.
Dan di tanggal 24 des kita kembali bertemu, menghabiskan waktu bersama hingga tgl 28 des.
Ada berbagai peristiwa yg ga akan gw lupain juga, tapi itu off the record :P yg pasti gw nyaman bersandar disampingnya, gw bisa jadi diri sendiri dan saling menertawakan kebodohan masing-masing. Bukan menutupi kekurangan, tapi kami menerima kekurangan dan menjadikannya kelebihan agar hubungan kami semakin kuat.
Saya bangga bisa mengenalnya, saya bahagia bisa menggandeng tangannya, dan setiap moment yg kami habiskan bersama, tak ada habisnya menggelayuti pikiran saya.
Dapat membuat tersenyum sampai menangis sesenggukan :p
Kami berbeda, sampai perbedaan itu membuat gw tergerak untuk merangkumnya dalam beberapa bait kata:
⌣Dia hidup dalam malam
Aku bekerja untuk siang
⌣Dia pecinta
Aku memuja
⌣Dia melindungi dan menjaga
Aku posesif
⌣Dia menemani selama ku terjaga
Aku membangunkannya dikala ia terlelap
⌣Dia musik
Aku ruang hampa udara
⌣Dia berani
Aku sembunyi
Yah begitulah kira-kira.
Yang pasti, gw romantis dia cuek najis huahahahh..
Derry Ramadhan, terimakasih telah melengkapi hidup saya mengajarkan berbagai pengalaman baru dan membuat saya lebih berani berkomitmen.
3. Keluarga
Gw ini tipikal anak rumahan, tapi ga deket sama orang rumah. Kalo bokap gw bilang, gw itu ambegan dan keras kepala. Tapi nyokap bilang, sifat gw ga jauh beda dari bokap (apaloh paah hehe). Beda sama gw, adek gw satu-satunya, lelaki kesayangan nyokap itu justru paling ga betah dirumah. Tapi yg paling jarang dirumah justru deket sama ortu. Malah gw yg sering hibernasi dikamar, jarang menghabiskan waktu sama bokap-nyokap. Tapi seiring berjalannya waktu, gw coba buat lebih terbuka dengan keluarga gw. I tried to kiss on their cheeks every morning before I went to college.
Yah mungkin bagi sebagian dari kalian, itu adalah hal yg biasa dilakukan. Tapi buat gw, itu adalah hal baru. Karna gw ga biasa mengekspresikan sayang ke ortu :p
Karna pacar juga, gw mulai curhat-curhatan ke nyokap, minta pendapat ke bokap, dan adek gw juga bisa lebih mengenal kakaknya dari si pacar huahahah..
Pokonya jalinan hubungan gw dengan keluarga jauh lebih baik di tahun 2009 :)
Mungkin itu sekilas flashback di tahun 2009, dan masih beribu peristiwa yang terlewati dan pastinya ga semuanya bisa gw ceritain di blog.
Yang pasti 2009 membuat saya lebih bergairahhhhh hidup dan lebih termotivasi untuk lebih baik di 2010. Amien :)
1. Sahabat
Tanggal 30 November 2009 adalah hari yg memorable..
Dimana gw ulang tahun yang ke- ehm.. Dua puluh, dan ketiga sahabat gw memberi suatu kejutan, yang mengharuskan gw pake penutup mata dari kampus sampai suatu tempat yg gw sendiri ga tau. Dari kampus-busway-mobil-secret place tsb mata gw ditutup, plus headset dikuping dgn volume paling pol. Sampe secret place tsb, gw diiket di salah satu pohon, dan akhirnya setelah boleh buka penutup mata, langsung muka gw 'disambut' kue dgn cream tebal, dan diguyur dengan campuran kopi + rinso seEMBER. Iyaloh seEMBER -_- dan ternyata secret place nya adalah rumah saya sendiri. Belum puas mereka mengabadikan kejadian penyiksaan tsb dgn foto-foto dan sejumlah video daaan diupload ke facebook serta ditag ke beberapa orang yg senang melihat saya tersiksa :p
Tapi gw ga bisa marah karna it was my first experience hehehe. Terimakasih, Aprianty Abas, Chairany Yasmita, Wa ode Nurhayda. Makasih juga semua temen-temen & sahabat yg selalu ada buat gw saat gw sedang berada dalam titik terendah, saat terjatuh, dan kalian selalu mengulurkan tangan, membantu gw kembali berdiri dan akhirnya dapat berjalan dengan tegap menyongsong hari esok.
Tapi, di 2009 juga sekaligus gw kehilangan seseorang yg dulu seiya-sekata, yg dulu saling mendukung, mendengar segala keluh-kesah. Kehilangan disini karna suatu permasalahan akibat mempertahankan ego masing-masing, dan karna seseorang yg tidak sepadan yg membuat kita harus kehilangan satu sama lain. Kalau kamu wahai teman, membaca postingan ini, saya cuma mau menyampaikan, tolonglah kita selesaikan semuanya dengan DEWASA, bukan saling membicarakan dibelakang, saling curiga dan mengejek satu sama lain. Betapa jalinan pertemanan kita terlalu berharga dibanding seseorang yang sekedar datang dan meninggalkan luka dihati masing-masing. Sungguh teman, saya mengikhlaskan dia sepenuhnya, saya pun mendukung kamu berjalan berdampingan dengannya. Tapi jgn sangkut-pautkan saya dalam setiap permasalahanmu. Kenapa mesti kamu, teman. Yang membuat saya sakit dan menangis.
Yasudahlah gw jadi melankolis begini, lanjut deh :p
2. Pacar Tersayang
Seseorang yg gw kenal dari social network di tahun 2007, yg awalnya cuma saling ninggalin komen di profile masing-masing, sampe ninggalin nomor hape di message (hahaha) lalu berjalan saling menjaga komunikasi dengan smsan, telp"an. Awalnya gw anggep dia tmn biasa, tapi gw punya some feeling yg mengatakan kalau dia itu istimewa, extra ordinary. Di thn 2008 sempet lost contact karna beberapa hal, daaan di 2009 komunikasi kami terjalin lebih baik lagi, sampai di bulan agustus kita saling berkomitmen untuk memulai suatu hubungan dengan landasan cinta dan kepercayaan :P (agak telenovela sekali bahasa gw). Gw sama dia terpisah oleh suatu Jarak. Antara Jogjakarta-Jakarta.
Dan di tanggal 24 des kita kembali bertemu, menghabiskan waktu bersama hingga tgl 28 des.
Ada berbagai peristiwa yg ga akan gw lupain juga, tapi itu off the record :P yg pasti gw nyaman bersandar disampingnya, gw bisa jadi diri sendiri dan saling menertawakan kebodohan masing-masing. Bukan menutupi kekurangan, tapi kami menerima kekurangan dan menjadikannya kelebihan agar hubungan kami semakin kuat.
Saya bangga bisa mengenalnya, saya bahagia bisa menggandeng tangannya, dan setiap moment yg kami habiskan bersama, tak ada habisnya menggelayuti pikiran saya.
Dapat membuat tersenyum sampai menangis sesenggukan :p
Kami berbeda, sampai perbedaan itu membuat gw tergerak untuk merangkumnya dalam beberapa bait kata:
⌣Dia hidup dalam malam
Aku bekerja untuk siang
⌣Dia pecinta
Aku memuja
⌣Dia melindungi dan menjaga
Aku posesif
⌣Dia menemani selama ku terjaga
Aku membangunkannya dikala ia terlelap
⌣Dia musik
Aku ruang hampa udara
⌣Dia berani
Aku sembunyi
Yah begitulah kira-kira.
Yang pasti, gw romantis dia cuek najis huahahahh..
Derry Ramadhan, terimakasih telah melengkapi hidup saya mengajarkan berbagai pengalaman baru dan membuat saya lebih berani berkomitmen.
3. Keluarga
Gw ini tipikal anak rumahan, tapi ga deket sama orang rumah. Kalo bokap gw bilang, gw itu ambegan dan keras kepala. Tapi nyokap bilang, sifat gw ga jauh beda dari bokap (apaloh paah hehe). Beda sama gw, adek gw satu-satunya, lelaki kesayangan nyokap itu justru paling ga betah dirumah. Tapi yg paling jarang dirumah justru deket sama ortu. Malah gw yg sering hibernasi dikamar, jarang menghabiskan waktu sama bokap-nyokap. Tapi seiring berjalannya waktu, gw coba buat lebih terbuka dengan keluarga gw. I tried to kiss on their cheeks every morning before I went to college.
Yah mungkin bagi sebagian dari kalian, itu adalah hal yg biasa dilakukan. Tapi buat gw, itu adalah hal baru. Karna gw ga biasa mengekspresikan sayang ke ortu :p
Karna pacar juga, gw mulai curhat-curhatan ke nyokap, minta pendapat ke bokap, dan adek gw juga bisa lebih mengenal kakaknya dari si pacar huahahah..
Pokonya jalinan hubungan gw dengan keluarga jauh lebih baik di tahun 2009 :)
Mungkin itu sekilas flashback di tahun 2009, dan masih beribu peristiwa yang terlewati dan pastinya ga semuanya bisa gw ceritain di blog.
Yang pasti 2009 membuat saya lebih bergairahhhhh hidup dan lebih termotivasi untuk lebih baik di 2010. Amien :)
07 Januari 2010
RANAh dunia maya..
Gw baru tau tentang Rana kemaren, seorang anak smp yang jadi trending topic di chwiderr gara-gara buka situs tsb dan banyak menemukan namanya disebut-sebut.
Kalo orang bilang, ibukota lebih kejam daripada ibu tiri,
Maka dunia maya bisa lebih membuat orang depresi dibanding luna maya (lahh..) Maksutnya dibanding real life.
Dunia maya bisa lebih membunuh dibanding buaya (membunuh karakter lebih tepatnya)
Dunia maya bisa membuat anda tampak gaya, sekaligus tak berdaya.
Jadi teman-teman sekalian, gw ga akan ngebahas tentang rana disini, cukup sekedar tau, dan jadi bahan pembelajaran bahwa attitude itu diperlukan dalam segala hal dan kondisi.
Even in the cyber world.
So take your manner, watch your behave.
Lebih baik tebar aura positive kalo masang status update di social network dibanding mencak-mencak ga karuan, curhat bagaikan orang paling tersiksa sedunia, nyindir orang lain.
Social network adalah sarana menjalin pertemanan, bukan menambah musuh.
Happy thursday, teman-teman semua :)
Kalo orang bilang, ibukota lebih kejam daripada ibu tiri,
Maka dunia maya bisa lebih membuat orang depresi dibanding luna maya (lahh..) Maksutnya dibanding real life.
Dunia maya bisa lebih membunuh dibanding buaya (membunuh karakter lebih tepatnya)
Dunia maya bisa membuat anda tampak gaya, sekaligus tak berdaya.
Jadi teman-teman sekalian, gw ga akan ngebahas tentang rana disini, cukup sekedar tau, dan jadi bahan pembelajaran bahwa attitude itu diperlukan dalam segala hal dan kondisi.
Even in the cyber world.
So take your manner, watch your behave.
Lebih baik tebar aura positive kalo masang status update di social network dibanding mencak-mencak ga karuan, curhat bagaikan orang paling tersiksa sedunia, nyindir orang lain.
Social network adalah sarana menjalin pertemanan, bukan menambah musuh.
Happy thursday, teman-teman semua :)
06 Januari 2010
beberapa pelajaran yang bisa diambil dari bapak supir taksi :)
Gw lagi uas nih,bloggy (pst..wish me luck! :P), tadi malem (atau pagi buta) gw tidur jam 1, dan mesti bangun jam 5. Jadi cuma tidur 4jam.
Di baswe malah sempet ketiduran, jadi mending sekalian turun di ragunan terus naik taksi deh. Ga lucu juga kalo gw ketiduran lagi di angkot.
Serunya, gw dapet supir taksi, seorang bapak-bapak dengan logat betawi (suara nan lantang) yang senang berbagi cerita.
dimulai tentang percakapan mengenai buah-buahan. Jadi,setiap ketemu tukang buah pinggir jalan, si abang taksi selalu berbagi cerita seputar buah:
1. Dukuh
"Kemaren saya makan dukuh di kebon punya temen saya, ada kali 3kilo. Buat saya, makan dukuh itu kaya makan kacang, ga ada abisnya"
Comment: si absup (abangsupir) telah memilih profesi yang tepat sebagai supir taksi. Ga kebayang kalo dia jadi penjual dukuh.
2. Duren
"Oya abis makan dukuh, saya makan duren dua biji. Anak buah temen saya heran aja saya makan sebanyak itu, tapi mereka maklumlah, saya kan temennya yang punya kebon"
Comment: kalo mau makan buah gratis sepuasnya, berkawanlah dengan orang yang punya kebon luas dan datang saat musim panen tiba :D
3. Rambutan
"Wah udah ga bener itu rambutan tiga iket dijual limarebu (baca: 5000 :p) pasti rasanya udah ga karu-karuan. Emang rambutan itu buah paling ngga laku, ga kaya dukuh. Saya hobi banget sama dukuh palembang. Tapi yang sebelah sana mahal mbak, tujurebu (baca: 7000 :p :p) kecil-kecil. Mending saya makan di kebon temen saya, dagingnya tebel-tebel, manis lagi"
Comment: kalau anda berminat mjd tukang buah, jangan berbisnis rambutan, dan jangan jual dukuh kecil-kecil dgn harga 7ribu atau pelanggan anda akan lari ke kebun temannya. Oya, coba lebih kreatif dalam memilih hobby, seperti si bapak supir yg hobbynya memakan dukuh (hobby berenang, baca novel, shopping,are sooo.... LAST YEAR MAN!)
Tidak sekedar bicara tentang buah-buahan, gw juga jadi tau tentang harga tanah di Jakarta. Hal ini dimulai dari satu butir pertanyaan saya ke bapak supir (sekarang jadi bapsup):
"Bapak orang sini yah?"
(maksutnya: bapak tinggal disekitar sini?)
Di jawab:
1. Dulu saya di tebet timur.
Empat puluh tahun disana, tapi saya tinggalin aja, rumah saya kontrakin, terus pindah ke daerah sini di jl.XYZ (gw lupa nama jalannya)
2. (nunjuk satu gang yg kbetulan dilewatin) Saya juga pernah tinggal disitu, dalem gang itu tuh, ah tapi saya jual aja. 150meter 75juta, gara-gara anak saya tuh seenaknya ngontrakin rumah, eeh yg ngontrak pada kabur kaga bayar. Jual KESEL tuh, sampe sekarang saya KESEL kalo inget dulu jual segitu. Padahal 1meter bisa 1juta. KESEL saya jual kemurahan kmaren (gw ngedengernya juga jadi ikutan KESEL! Ati-ati terlalu emosi nanti KESELek loh, pak :p)
3. Di daerah (sebutlah ABC; karna gw lupa hehe) juga saya punya mbak, 50meteran lah, ada orang beli 55juta, saya lepas aja dia berani bayar segitu.
4. Nah saya juga ada tuh daerah PQR (bener-bener gw ga nyimak nama daerahnya. Agak NYESEL, jadi KESEL deh :p :p) rumahnya udah jadi, bagus mbak, tapi belum ada listrik. Terus masih sepi lingkungannya, yauda saya jual lagi aja deh.
5. Jadi sebenernya saya itu banyaklah rumah, tapi saya jarang nempatin. Mau buat siapa juga, anak-anak saya udah pada punya rumah masing-masing. Saya mah alhamdulillah mbak, meskipun saya supir taksi tapi anak-anak pada 'jadi' (baca: sukses) semua.
Conclusion:
Si bapak supir taksi ternyata punya double job sebagai penjual rumah dadakan. Sayang sekali, saya baru bertemu si bapak supir taksi hari ini (ngarep bisa dibagi salah satu rumahnya huahahah)
Selamat tahun baru, bloggy sekalian.
Selamat tahun baru, bapak supir taksi.
Selamat tahun baru, wahai aktivitas baru, kawan baru, semangat baru, pengalaman baru.
Can't wait to explore all of you in this fabulous year.
Happy 2010 :)
Di baswe malah sempet ketiduran, jadi mending sekalian turun di ragunan terus naik taksi deh. Ga lucu juga kalo gw ketiduran lagi di angkot.
Serunya, gw dapet supir taksi, seorang bapak-bapak dengan logat betawi (suara nan lantang) yang senang berbagi cerita.
dimulai tentang percakapan mengenai buah-buahan. Jadi,setiap ketemu tukang buah pinggir jalan, si abang taksi selalu berbagi cerita seputar buah:
1. Dukuh
"Kemaren saya makan dukuh di kebon punya temen saya, ada kali 3kilo. Buat saya, makan dukuh itu kaya makan kacang, ga ada abisnya"
Comment: si absup (abangsupir) telah memilih profesi yang tepat sebagai supir taksi. Ga kebayang kalo dia jadi penjual dukuh.
2. Duren
"Oya abis makan dukuh, saya makan duren dua biji. Anak buah temen saya heran aja saya makan sebanyak itu, tapi mereka maklumlah, saya kan temennya yang punya kebon"
Comment: kalo mau makan buah gratis sepuasnya, berkawanlah dengan orang yang punya kebon luas dan datang saat musim panen tiba :D
3. Rambutan
"Wah udah ga bener itu rambutan tiga iket dijual limarebu (baca: 5000 :p) pasti rasanya udah ga karu-karuan. Emang rambutan itu buah paling ngga laku, ga kaya dukuh. Saya hobi banget sama dukuh palembang. Tapi yang sebelah sana mahal mbak, tujurebu (baca: 7000 :p :p) kecil-kecil. Mending saya makan di kebon temen saya, dagingnya tebel-tebel, manis lagi"
Comment: kalau anda berminat mjd tukang buah, jangan berbisnis rambutan, dan jangan jual dukuh kecil-kecil dgn harga 7ribu atau pelanggan anda akan lari ke kebun temannya. Oya, coba lebih kreatif dalam memilih hobby, seperti si bapak supir yg hobbynya memakan dukuh (hobby berenang, baca novel, shopping,are sooo.... LAST YEAR MAN!)
Tidak sekedar bicara tentang buah-buahan, gw juga jadi tau tentang harga tanah di Jakarta. Hal ini dimulai dari satu butir pertanyaan saya ke bapak supir (sekarang jadi bapsup):
"Bapak orang sini yah?"
(maksutnya: bapak tinggal disekitar sini?)
Di jawab:
1. Dulu saya di tebet timur.
Empat puluh tahun disana, tapi saya tinggalin aja, rumah saya kontrakin, terus pindah ke daerah sini di jl.XYZ (gw lupa nama jalannya)
2. (nunjuk satu gang yg kbetulan dilewatin) Saya juga pernah tinggal disitu, dalem gang itu tuh, ah tapi saya jual aja. 150meter 75juta, gara-gara anak saya tuh seenaknya ngontrakin rumah, eeh yg ngontrak pada kabur kaga bayar. Jual KESEL tuh, sampe sekarang saya KESEL kalo inget dulu jual segitu. Padahal 1meter bisa 1juta. KESEL saya jual kemurahan kmaren (gw ngedengernya juga jadi ikutan KESEL! Ati-ati terlalu emosi nanti KESELek loh, pak :p)
3. Di daerah (sebutlah ABC; karna gw lupa hehe) juga saya punya mbak, 50meteran lah, ada orang beli 55juta, saya lepas aja dia berani bayar segitu.
4. Nah saya juga ada tuh daerah PQR (bener-bener gw ga nyimak nama daerahnya. Agak NYESEL, jadi KESEL deh :p :p) rumahnya udah jadi, bagus mbak, tapi belum ada listrik. Terus masih sepi lingkungannya, yauda saya jual lagi aja deh.
5. Jadi sebenernya saya itu banyaklah rumah, tapi saya jarang nempatin. Mau buat siapa juga, anak-anak saya udah pada punya rumah masing-masing. Saya mah alhamdulillah mbak, meskipun saya supir taksi tapi anak-anak pada 'jadi' (baca: sukses) semua.
Conclusion:
Si bapak supir taksi ternyata punya double job sebagai penjual rumah dadakan. Sayang sekali, saya baru bertemu si bapak supir taksi hari ini (ngarep bisa dibagi salah satu rumahnya huahahah)
Selamat tahun baru, bloggy sekalian.
Selamat tahun baru, bapak supir taksi.
Selamat tahun baru, wahai aktivitas baru, kawan baru, semangat baru, pengalaman baru.
Can't wait to explore all of you in this fabulous year.
Happy 2010 :)
Langganan:
Postingan (Atom)
06 Juni 2010
putar kembali
bukan saya enggan kembali bertemu anda, tp segala jejak kebersamaan kita, selalu menyelami tiap menitnya. tanpa ampun!
kedua ujung bibirku tertarik kebawah membentuk huruf U terbalik setelah kubaca pesan singkat darimu yg memberi kabar kereta tua lelah ditengah jalan, dan waktu pun terasa lumpuh berjalan
namun serasa remote kendali fastforward tertekan, waktu berbanding terbalik terasa bergairah dan berlaju kencang dikala lelaki berswitter coklat duduk disampingku, dan celotehan tentang antrian manusia yg mengular disuatu halte mengalir dengan lancar dari mulut kami..
selasaran jalan yg kita tapakki bersama, nafasmu yg tersengal karena mengikuti langkahku yg beradu dgn besi di lorong panjang menuju halte matraman
hangat tanganmu yg berjuang 10 jam dalam kotak berjalan, kepanasan, dihadang iklan bertubi dari para pedagang asongan, dengan lembut menggenggam tangan ku
dan sedetik itu, kebekuan dihatiku mencair
selamat datang musim semi wahai jiwa kesepian
"perjalanan kita masih panjang, kuat kah kamu?" tanyaku
"kuat, sini tas kecilmu biar aku yg pegang" jawabnya
biasanya aku mati bosan menanti bus icon kota jakarta itu, namun karena dia, tiap waktu yg berjalan ku syukuri
Ku nikmati berdesakan bersama puluhan kepala hitam yg frustrasi akan kota kebanggaannya yg lambat laun makin pasif
Ku nikmati wajah sumringahmu mengikuti gayaku memakai tas gendong didepan dan bersender di pintu
Ku nikmati genggaman tanganmu yg tersembunyi dari pandangan mata puluhan orang, masih hangat dan semakin membuatku nyaman
ku pandang raut lelah dari wajah dan bola matamu yg tidak bisa berbohong, namun tak keluar satupun keluhan dari bibirmu
sepanjang perjalanan, hanya senyuman yg lekat terpatri dipantulan wajah mu
Wajah itu yg biasa ku sapa dilayar komputer dan handphone, kini dapat kuraba dan kurasa dengan nyata
Perjalanan kita masih panjang, apakah kamu lelah?
Aku tidak ada lelahnya untuk menggapai cita-cita dan impian bersama mu
Tapi bila masing masing bosan? Kelelahan menghadapi kenyataan dan jarak?
Ingatlah kembali impian kita dan jangan pernah remehkan aku, aku orang yg konsisten dalam berkomitmen
Ah mulut lelaki dimana-mana sama, awalnya saja manis!
Itulah kamu, tidak pernah bisa menghargai aku dan keputusanku. Biar waktu membuktikan, walau berjuang sendirian, aku tidak akan menyerah!
Tidak akan ada habisnya, aku dan kamu bagai air dan sirup yg menyatu dan membuat warna baru dalam cangkir
-satu minggu setelah kepergian mu pulang ke kota pelajar, saya kembali dihantui bayang-bayangmu-
kedua ujung bibirku tertarik kebawah membentuk huruf U terbalik setelah kubaca pesan singkat darimu yg memberi kabar kereta tua lelah ditengah jalan, dan waktu pun terasa lumpuh berjalan
namun serasa remote kendali fastforward tertekan, waktu berbanding terbalik terasa bergairah dan berlaju kencang dikala lelaki berswitter coklat duduk disampingku, dan celotehan tentang antrian manusia yg mengular disuatu halte mengalir dengan lancar dari mulut kami..
selasaran jalan yg kita tapakki bersama, nafasmu yg tersengal karena mengikuti langkahku yg beradu dgn besi di lorong panjang menuju halte matraman
hangat tanganmu yg berjuang 10 jam dalam kotak berjalan, kepanasan, dihadang iklan bertubi dari para pedagang asongan, dengan lembut menggenggam tangan ku
dan sedetik itu, kebekuan dihatiku mencair
selamat datang musim semi wahai jiwa kesepian
"perjalanan kita masih panjang, kuat kah kamu?" tanyaku
"kuat, sini tas kecilmu biar aku yg pegang" jawabnya
biasanya aku mati bosan menanti bus icon kota jakarta itu, namun karena dia, tiap waktu yg berjalan ku syukuri
Ku nikmati berdesakan bersama puluhan kepala hitam yg frustrasi akan kota kebanggaannya yg lambat laun makin pasif
Ku nikmati wajah sumringahmu mengikuti gayaku memakai tas gendong didepan dan bersender di pintu
Ku nikmati genggaman tanganmu yg tersembunyi dari pandangan mata puluhan orang, masih hangat dan semakin membuatku nyaman
ku pandang raut lelah dari wajah dan bola matamu yg tidak bisa berbohong, namun tak keluar satupun keluhan dari bibirmu
sepanjang perjalanan, hanya senyuman yg lekat terpatri dipantulan wajah mu
Wajah itu yg biasa ku sapa dilayar komputer dan handphone, kini dapat kuraba dan kurasa dengan nyata
Perjalanan kita masih panjang, apakah kamu lelah?
Aku tidak ada lelahnya untuk menggapai cita-cita dan impian bersama mu
Tapi bila masing masing bosan? Kelelahan menghadapi kenyataan dan jarak?
Ingatlah kembali impian kita dan jangan pernah remehkan aku, aku orang yg konsisten dalam berkomitmen
Ah mulut lelaki dimana-mana sama, awalnya saja manis!
Itulah kamu, tidak pernah bisa menghargai aku dan keputusanku. Biar waktu membuktikan, walau berjuang sendirian, aku tidak akan menyerah!
Tidak akan ada habisnya, aku dan kamu bagai air dan sirup yg menyatu dan membuat warna baru dalam cangkir
-satu minggu setelah kepergian mu pulang ke kota pelajar, saya kembali dihantui bayang-bayangmu-
16 April 2010
ngenka ride!
Saya Rindu Dia..
yaa, inilah penampakan yang biasa hadir dalam tiap malam, bahkan tiap saya memejam mata (agak berlebihan ya :P)
yaa, inilah penampakan yang biasa hadir dalam tiap malam, bahkan tiap saya memejam mata (agak berlebihan ya :P)
mei..mei..mei :)
baiklah saya kuat (hehehe apaseh)13 Maret 2010
dan kita bicara tentang suatu masa..
Halo semua!
Berkat sebuah Notes di Facebook dari sahabat saya, Ekawati Erprisman, saya jadi terpacu untuk ikut menulis atau lebih tepatnya mencurahkan apa yg ada di benak seorang Annisha yg telah genap 20tahun hidup dan bergumul dengan kehidupan.
Kalau eka menulis tentang flashbacknya 20th kebelakang (ups..saya ga maksut memberi tahu umur mu ya, ka. Upss apa saya malah mempertegas? Hahaha) mmm..saya memilih untuk lebih membicarakan tentang 20th kedepan dengan sedikit menengok kebelakang lah : )
Bukannya saya mau meramal tentang nasib saya sendiri ya, karena saya bukan pembaca masa depan seperti mama laurent ataupun ki joko bodo :P
Jangan kan baca masa depan, untuk bisa membaca karakter diri sendiri saja, susahnya setengah hidup.
Baiklah fokus fokus!. Jadi yg sebenarnya ingin saya bicarakan adalah tentang: "mau jadi apa sih sebenarnya saya ini". Bukan bertransformasi seperti mutan atau sejenisnya ya (oke, garing!)
tapi lebih ke : "hmm..saya sudah memasuki tahun ke 20 dalam hidup. gimana yah kira-kira 5th saya kemudian? Apakah saya akan tersenyum dalam balutan blazer khas seorang pegawai kantoran. Dimana mapan, cemerlang, idaman adalah kata-kata yg cukup pantas menggambarkannya.
Ataukah saya tanpa ekspresi bermalas-malasan disudut kamar membaca tumpukan komik usang masa lalu demi menghabiskan waktu dengan hal-hal tak berguna, kemudian tinggal mengadahkan tangan kepada orangtua meminta sejumlah dana untuk 'menghibur' seorang kesepian yaitu diri saya sendiri"
Duh option yg kedua jangan sampe kejadian dong : (
Sebenarnya bukan hanya 2 option itu aja sih, tapi ada banyak sekali kemungkinan yg sempat terbesit ketika saya sedang diam, merenung dan sedang 'sadar' seperti saat ini.
Tapi untuk mengutarakannya, nampaknya sulit karena begitu banyak dan begitu abstrak.
(alaah bilang aja males ngetak ngetiknya yakan?)
Balik lagi ke notes eka. Di akhir notesnya ada beberapa kalimat yg saya suka :
"Itulah proses hidup, terus berputar dan harus dijalani".
Setuju, saya setuju!
Hidup eka!
Hidup eka!
emm.. bagi duit dong ka! (loh loh)
Saya jadi ingat di suatu malam, saat sedang menghabiskan waktu bersama sahabat di masa kecil saya, kak hutri namanya..
Di pelataran halaman rumahnya, saat itu saya masih berseragam putih biru.
Kami berdua membicarakan tentang masa depan. Bagaimana keinginan saya untuk dapat berbangga hati mengenakan yellow jacket khas mahasiswa Universitas Indonesia, lalu degup jantung saya terpompa lebih cepat membayangkannya.
Kemudian waktu berputar dan saya sedang duduk di sebuah kelas 11 Ipa 3, berbincang bersama teman-teman seperjuangan saling berdiskusi tentang kampus impian, dan dengan menggebu-gebu saya mengutarakan keinginan untuk menjadi salah satu dari mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)
Dan sekarang saya berkaca, dengan almamater hijau tua, berlogo STIE Perbanas.
Yap! inilah saya saat ini. Hahahahah..
Hmm.. mungkin segala angan saya tentang kampus impian itu ga ada yg terwujud.
Tapi saya coba melihat titik terangnya, setidaknya saya masih bisa berbangga hati mengenakan almamater yg menandakan, Alhamdulillah.. saya masih bisa melanjutkan studi saya menjadi seorang mahasiswa, tingkatan tertinggi dari level pendidikan.
Dan sekarang, saya harus kembali fokus seperti janji saya di awal perkuliahan dimana saya harus lulus setidaknya sesuai prosedur S1 yaitu 4 tahun. Saya punya tanggung jawab selain terhadap kedua orangtua serta pada diri sendiri.
Bolehlah saat ini saya jenuh, saya bimbang memikirkan APA YANG AKAN TERJADI NANTI?
Tapi saya ga boleh terus-terusan terpaku dgn kedua hal tsb. Bisa-bisa saya hanya akan jadi seorang Loser yg jalan ditempat.
Entahlah tentang masa depan.
Mumet, njelimet, bahkan saya malas baca ulang tulisan ini karna banyak kata baku yg terkesan mendikte (tuh kan. jadi mau mu apa sih, nish?)
Tapi setidaknya, nanti saya di masa depan (umm..hallo :D ) bisa melihat rangkaian kata di blog ini entah dengan senyum-senyum dan membatin sendiri :
"apalah kau cakap ni, nish! Macam penulis tak kesampaian saje"
(mengapa jadi melayu begini, datuk? :P )
atau malah berkaca-kaca ku dibuatnya?
Baiklah, Future...
entah bagaimana pun rupa mu nanti..
Yg pasti sekarang saya mau belajar melukis dulu..
Agar nantinya kau semakin indah dikenang..
Annisha
13 Maret 2010 : )
Berkat sebuah Notes di Facebook dari sahabat saya, Ekawati Erprisman, saya jadi terpacu untuk ikut menulis atau lebih tepatnya mencurahkan apa yg ada di benak seorang Annisha yg telah genap 20tahun hidup dan bergumul dengan kehidupan.
Kalau eka menulis tentang flashbacknya 20th kebelakang (ups..saya ga maksut memberi tahu umur mu ya, ka. Upss apa saya malah mempertegas? Hahaha) mmm..saya memilih untuk lebih membicarakan tentang 20th kedepan dengan sedikit menengok kebelakang lah : )
Bukannya saya mau meramal tentang nasib saya sendiri ya, karena saya bukan pembaca masa depan seperti mama laurent ataupun ki joko bodo :P
Jangan kan baca masa depan, untuk bisa membaca karakter diri sendiri saja, susahnya setengah hidup.
Baiklah fokus fokus!. Jadi yg sebenarnya ingin saya bicarakan adalah tentang: "mau jadi apa sih sebenarnya saya ini". Bukan bertransformasi seperti mutan atau sejenisnya ya (oke, garing!)
tapi lebih ke : "hmm..saya sudah memasuki tahun ke 20 dalam hidup. gimana yah kira-kira 5th saya kemudian? Apakah saya akan tersenyum dalam balutan blazer khas seorang pegawai kantoran. Dimana mapan, cemerlang, idaman adalah kata-kata yg cukup pantas menggambarkannya.
Ataukah saya tanpa ekspresi bermalas-malasan disudut kamar membaca tumpukan komik usang masa lalu demi menghabiskan waktu dengan hal-hal tak berguna, kemudian tinggal mengadahkan tangan kepada orangtua meminta sejumlah dana untuk 'menghibur' seorang kesepian yaitu diri saya sendiri"
Duh option yg kedua jangan sampe kejadian dong : (
Sebenarnya bukan hanya 2 option itu aja sih, tapi ada banyak sekali kemungkinan yg sempat terbesit ketika saya sedang diam, merenung dan sedang 'sadar' seperti saat ini.
Tapi untuk mengutarakannya, nampaknya sulit karena begitu banyak dan begitu abstrak.
(alaah bilang aja males ngetak ngetiknya yakan?)
Balik lagi ke notes eka. Di akhir notesnya ada beberapa kalimat yg saya suka :
"Itulah proses hidup, terus berputar dan harus dijalani".
Setuju, saya setuju!
Hidup eka!
Hidup eka!
emm.. bagi duit dong ka! (loh loh)
Saya jadi ingat di suatu malam, saat sedang menghabiskan waktu bersama sahabat di masa kecil saya, kak hutri namanya..
Di pelataran halaman rumahnya, saat itu saya masih berseragam putih biru.
Kami berdua membicarakan tentang masa depan. Bagaimana keinginan saya untuk dapat berbangga hati mengenakan yellow jacket khas mahasiswa Universitas Indonesia, lalu degup jantung saya terpompa lebih cepat membayangkannya.
Kemudian waktu berputar dan saya sedang duduk di sebuah kelas 11 Ipa 3, berbincang bersama teman-teman seperjuangan saling berdiskusi tentang kampus impian, dan dengan menggebu-gebu saya mengutarakan keinginan untuk menjadi salah satu dari mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)
Dan sekarang saya berkaca, dengan almamater hijau tua, berlogo STIE Perbanas.
Yap! inilah saya saat ini. Hahahahah..
Hmm.. mungkin segala angan saya tentang kampus impian itu ga ada yg terwujud.
Tapi saya coba melihat titik terangnya, setidaknya saya masih bisa berbangga hati mengenakan almamater yg menandakan, Alhamdulillah.. saya masih bisa melanjutkan studi saya menjadi seorang mahasiswa, tingkatan tertinggi dari level pendidikan.
Dan sekarang, saya harus kembali fokus seperti janji saya di awal perkuliahan dimana saya harus lulus setidaknya sesuai prosedur S1 yaitu 4 tahun. Saya punya tanggung jawab selain terhadap kedua orangtua serta pada diri sendiri.
Bolehlah saat ini saya jenuh, saya bimbang memikirkan APA YANG AKAN TERJADI NANTI?
Tapi saya ga boleh terus-terusan terpaku dgn kedua hal tsb. Bisa-bisa saya hanya akan jadi seorang Loser yg jalan ditempat.
Entahlah tentang masa depan.
Mumet, njelimet, bahkan saya malas baca ulang tulisan ini karna banyak kata baku yg terkesan mendikte (tuh kan. jadi mau mu apa sih, nish?)
Tapi setidaknya, nanti saya di masa depan (umm..hallo :D ) bisa melihat rangkaian kata di blog ini entah dengan senyum-senyum dan membatin sendiri :
"apalah kau cakap ni, nish! Macam penulis tak kesampaian saje"
(mengapa jadi melayu begini, datuk? :P )
atau malah berkaca-kaca ku dibuatnya?
Baiklah, Future...
entah bagaimana pun rupa mu nanti..
Yg pasti sekarang saya mau belajar melukis dulu..
Agar nantinya kau semakin indah dikenang..
Annisha
13 Maret 2010 : )
10 Maret 2010
lekas dilihat, lekas saya simpan :)
Dia paling benci sayap ayam
entah itu sudah digoreng kering, dibumbui dengan racikan ala kolonel sanders nan menggoda
tak berpengaruh
Dia tetap benci.
Dia tidak romantis
tidak pernah bisa melihat waktu, dimana aku berharap bisa dibuai sejuta kata" asmara
tapi selalu membuat ku terkaget-kaget saat tiba" ia menarik ku untuk berdansa ditengah alunan melodi cayman island, dipenghujung sore sehabis hujan..
Dia setengah mati sangat cuek
tidak pernah tau apa alasan aku tiba-tiba diam dan mengacuhkannya
tapi dia setengah mati melakukan segala cara untuk bisa membuatku kembali tersenyum padanya, walaupun tetap ia tidak tau apa kesalahannya dihari itu
ia tulus berkata: "maafkan aku..aku menyayangimu"
dan aku setengah mati menahan air mata entah kesal atau lega mendengarnya, karna aku juga setengah mati menahan rindu dan ego untuk tidak menggubrisnya seharian penuh
Dia aneh dan menjengkelkan!
selama beberapa waktu aku tahan berjuta perasaan yg bercampur jadi satu, kemudian ku bertemu kembali dengan sosoknya yg bisa dalam hitungan detik membuat rasa nyaman menjalar ke seluruh tubuh,
dia malah memasang muka konyol
kemudian melingkarkan pengganjal horden ke kepala dan bergaya khas sesosok pahlawan lokal dan berkata dengan suara berat (atau diberat-beratkan): "SAYA..SI BUTA DARI GUA HANTU"
ingin sekali ku jitak kepalanya!
tapi ku malah mendaratkan 1 kecupan dipipinya yg bulat dan kami menghabiskan waktu dengan saling menertawakan diri sendiri.
dalam hati dan pikiran yg teramat konyol, aku bahkan membatin ke diri sendiri: "AKU MAU JADI MONYET YG SETIA PADA SI BUTA. ASAL SELAMA ITU AKU BISA TERUS BERADA DISAMPINGMU"
ternyata kebodohan bisa menjalar rupanya :P
Dia pecinta musik, dan alunan suara, distorsi, reverb, delay, echo dan berbagai istilah asing lainnya untuk aku seorang awam
Dia penikmat Radiohead, Sigur Ros, Explossion in The Sky, Thom Yorke, Heinrich Manuver dan berjuta musisi jenius lainnya
yg membuatku minder akan pengetahuannya yg luas
bahkan ia bisa menjadi sesosok pribadi yg berbeda saat berbicara soal idealisme dalam bermusik
telinganya dapat menangkap dengan baik bunyi-bunyian yg tak terdengar sama sekali bagiku
sementara aku bermain dengan lirik, ia berkonsentrasi dengan instrumen
sungguh kekonyolannya menghilang drastis dikala ia bercengkrama dengan yg namanya musik.
Dia punya bakat alami dalam mendesign
yg membuatku jengkel dan cemburu buta dengan PCnya yg bisa semalaman suntuk beradu pandang dengan kejernihan matanya
tapi dipagi hari setelah melihat satu lagi karya nya sehabis berautis ria dengan adobe, corel, dan sejenisnya,
yg tumbuh malah rasa bangga karna lagi-lagi kutemukan kejeniusannya yg lain :)
Aku memang yg pertama kali menggenggam erat tangannya, merangkul lengannya, mencium pipinya
semua kulakukan ditengah orang banyak
padahal aku pasif dalam mengutarakan ekspresiku dalam mencinta
tapi sungguh, aku bangga memilikinya
Hihihi..aku masih geli sampai detik ini, mengingat tangannya gemetar menyuapiku disudut restoran di pejaten village
"Ini pertama kalinya untukku.." gumamnya
tanpa dia sadari, dia pun menjadi yg pertama dalam banyak hal untukku..
masa depan memang masih gelap, tapi dua senter yg masing-masing kami genggam, akan membimbing kami ke sebuah sumber cahaya yg disebut kebahagiaan
dua senter yg melambangkan harapan itu, kami namakan Aurora dan Alpha..
dua hal yg membuat degup jantung saya berpacu lebih cepat, lebih kuat dan bersemangat menyambut hari esok, lusa, dan esok setelah lusa
disamping seorang Derry Ramadhan, impossible adalah suatu kata yg tidak mungkin
Selalu ada harapan
Harapan ku saat ini
Selalu bersama dengannya, selama mungkin, senyaman mungkin..
Amien :-)
entah itu sudah digoreng kering, dibumbui dengan racikan ala kolonel sanders nan menggoda
tak berpengaruh
Dia tetap benci.
Dia tidak romantis
tidak pernah bisa melihat waktu, dimana aku berharap bisa dibuai sejuta kata" asmara
tapi selalu membuat ku terkaget-kaget saat tiba" ia menarik ku untuk berdansa ditengah alunan melodi cayman island, dipenghujung sore sehabis hujan..
Dia setengah mati sangat cuek
tidak pernah tau apa alasan aku tiba-tiba diam dan mengacuhkannya
tapi dia setengah mati melakukan segala cara untuk bisa membuatku kembali tersenyum padanya, walaupun tetap ia tidak tau apa kesalahannya dihari itu
ia tulus berkata: "maafkan aku..aku menyayangimu"
dan aku setengah mati menahan air mata entah kesal atau lega mendengarnya, karna aku juga setengah mati menahan rindu dan ego untuk tidak menggubrisnya seharian penuh
Dia aneh dan menjengkelkan!
selama beberapa waktu aku tahan berjuta perasaan yg bercampur jadi satu, kemudian ku bertemu kembali dengan sosoknya yg bisa dalam hitungan detik membuat rasa nyaman menjalar ke seluruh tubuh,
dia malah memasang muka konyol
kemudian melingkarkan pengganjal horden ke kepala dan bergaya khas sesosok pahlawan lokal dan berkata dengan suara berat (atau diberat-beratkan): "SAYA..SI BUTA DARI GUA HANTU"
ingin sekali ku jitak kepalanya!
tapi ku malah mendaratkan 1 kecupan dipipinya yg bulat dan kami menghabiskan waktu dengan saling menertawakan diri sendiri.
dalam hati dan pikiran yg teramat konyol, aku bahkan membatin ke diri sendiri: "AKU MAU JADI MONYET YG SETIA PADA SI BUTA. ASAL SELAMA ITU AKU BISA TERUS BERADA DISAMPINGMU"
ternyata kebodohan bisa menjalar rupanya :P
Dia pecinta musik, dan alunan suara, distorsi, reverb, delay, echo dan berbagai istilah asing lainnya untuk aku seorang awam
Dia penikmat Radiohead, Sigur Ros, Explossion in The Sky, Thom Yorke, Heinrich Manuver dan berjuta musisi jenius lainnya
yg membuatku minder akan pengetahuannya yg luas
bahkan ia bisa menjadi sesosok pribadi yg berbeda saat berbicara soal idealisme dalam bermusik
telinganya dapat menangkap dengan baik bunyi-bunyian yg tak terdengar sama sekali bagiku
sementara aku bermain dengan lirik, ia berkonsentrasi dengan instrumen
sungguh kekonyolannya menghilang drastis dikala ia bercengkrama dengan yg namanya musik.
Dia punya bakat alami dalam mendesign
yg membuatku jengkel dan cemburu buta dengan PCnya yg bisa semalaman suntuk beradu pandang dengan kejernihan matanya
tapi dipagi hari setelah melihat satu lagi karya nya sehabis berautis ria dengan adobe, corel, dan sejenisnya,
yg tumbuh malah rasa bangga karna lagi-lagi kutemukan kejeniusannya yg lain :)
Aku memang yg pertama kali menggenggam erat tangannya, merangkul lengannya, mencium pipinya
semua kulakukan ditengah orang banyak
padahal aku pasif dalam mengutarakan ekspresiku dalam mencinta
tapi sungguh, aku bangga memilikinya
Hihihi..aku masih geli sampai detik ini, mengingat tangannya gemetar menyuapiku disudut restoran di pejaten village
"Ini pertama kalinya untukku.." gumamnya
tanpa dia sadari, dia pun menjadi yg pertama dalam banyak hal untukku..
masa depan memang masih gelap, tapi dua senter yg masing-masing kami genggam, akan membimbing kami ke sebuah sumber cahaya yg disebut kebahagiaan
dua senter yg melambangkan harapan itu, kami namakan Aurora dan Alpha..
dua hal yg membuat degup jantung saya berpacu lebih cepat, lebih kuat dan bersemangat menyambut hari esok, lusa, dan esok setelah lusa
disamping seorang Derry Ramadhan, impossible adalah suatu kata yg tidak mungkin
Selalu ada harapan
Harapan ku saat ini
Selalu bersama dengannya, selama mungkin, senyaman mungkin..
Amien :-)
16 Februari 2010
at least, this is the last (conv) =)
She : abis muka kamu tuh kaya anak anjing yg dibuang induknya ditengah jalan. Geregetan liatnya
He : apa apa apa? anak ANJING? baguuuusss!
She : kan lucu yang, mukanya innocent ngegemesin gituu!
He : tetep aja ANJING. gak gak gak gak!
She : yang, kamu gonggong?
Hehehe kayanya udah 3hari berturut-turut saya memposting tentang percakapan dengan lelaki aries itu. Gimana ya, abis kangen sih! (dengan nada ke-abege²an)
Semoga yg bersangkutan tidak keberatan dengan postingan 3hari kebelakang :P
makanya maboi, cepat kunjungi Jakarta kembali, atau saya posting yg lebih membahayakan lagi dari ini! (ceritanya ngancem)
Udah ah, mo telpon interlokal dulu ke Jogja. Bye strangers!
nut. .nut. .nut. .☁..☁..☁..☁..☁..☁..☁..☁..
He : apa apa apa? anak ANJING? baguuuusss!
She : kan lucu yang, mukanya innocent ngegemesin gituu!
He : tetep aja ANJING. gak gak gak gak!
She : yang, kamu gonggong?
Hehehe kayanya udah 3hari berturut-turut saya memposting tentang percakapan dengan lelaki aries itu. Gimana ya, abis kangen sih! (dengan nada ke-abege²an)
Semoga yg bersangkutan tidak keberatan dengan postingan 3hari kebelakang :P
makanya maboi, cepat kunjungi Jakarta kembali, atau saya posting yg lebih membahayakan lagi dari ini! (ceritanya ngancem)
Udah ah, mo telpon interlokal dulu ke Jogja. Bye strangers!
nut. .nut. .nut. .☁..☁..☁..☁..☁..☁..☁..☁..
15 Februari 2010
at least. . . I tried :P
He : bla bla blahh (as usual, he's talkative..)
She : yangyangyangyaaaang, aku mo nanya nih denger, dengeerrr..
He : iyo iyo, apa?
She : papa kamu astronot ya, sayang?
He : hah? Papa? Astronot?
She : iya, papamu astronot yah? Iya kan?
He : gimana? Bingung aku, astronot apa? Nda kok (he's faced it seriously!)
She : iya, papamu astronot kan? Soalnya aku ngeliat bintang dimatamu
He : . . . . . (stuck at the moment)
She : AHAHAHAH romantis kan, rayuannya yaang?
He : wuoopo toh, kayak gombalnya anak-anak di pedesaan!?
She : *pingsan*
Yasudah, romantis atau tidak, saya cinta kamu apa adanya (♥ε♥)
*prikitiuw*
i.w.h.y aries boi :)
She : yangyangyangyaaaang, aku mo nanya nih denger, dengeerrr..
He : iyo iyo, apa?
She : papa kamu astronot ya, sayang?
He : hah? Papa? Astronot?
She : iya, papamu astronot yah? Iya kan?
He : gimana? Bingung aku, astronot apa? Nda kok (he's faced it seriously!)
She : iya, papamu astronot kan? Soalnya aku ngeliat bintang dimatamu
He : . . . . . (stuck at the moment)
She : AHAHAHAH romantis kan, rayuannya yaang?
He : wuoopo toh, kayak gombalnya anak-anak di pedesaan!?
She : *pingsan*
Yasudah, romantis atau tidak, saya cinta kamu apa adanya (♥ε♥)
*prikitiuw*
i.w.h.y aries boi :)
12 Februari 2010
at least I ♥ him
He : bla bla bla (talk a lot)
She : ehmmm. . .sayaaaaang
He : hmmm kenapa, kangen?
She : hehehehe iya, kangen tauk yaang!
He : *prok prok prok*
She : . . .mmmm yang?!
He : DISINI KOK BANYAK NYAMUK YAH?
She : . . . . . .
He : yang? halo, halo?!. . .
She : aries emang gak bisa romantis yah (‾___‾)
another random thingy about maboi :P
She : ehmmm. . .sayaaaaang
He : hmmm kenapa, kangen?
She : hehehehe iya, kangen tauk yaang!
He : *prok prok prok*
She : . . .mmmm yang?!
He : DISINI KOK BANYAK NYAMUK YAH?
She : . . . . . .
He : yang? halo, halo?!. . .
She : aries emang gak bisa romantis yah (‾___‾)
another random thingy about maboi :P
09 Januari 2010
sekilas duaribusembilan
2009 sudah berlalu, tapi ada berjuta kenangan yang ga bakal bisa gw lupain sepanjang hidup, yang menyangkut beberapa hal penting dalam hidup gw:
1. Sahabat
Tanggal 30 November 2009 adalah hari yg memorable..
Dimana gw ulang tahun yang ke- ehm.. Dua puluh, dan ketiga sahabat gw memberi suatu kejutan, yang mengharuskan gw pake penutup mata dari kampus sampai suatu tempat yg gw sendiri ga tau. Dari kampus-busway-mobil-secret place tsb mata gw ditutup, plus headset dikuping dgn volume paling pol. Sampe secret place tsb, gw diiket di salah satu pohon, dan akhirnya setelah boleh buka penutup mata, langsung muka gw 'disambut' kue dgn cream tebal, dan diguyur dengan campuran kopi + rinso seEMBER. Iyaloh seEMBER -_- dan ternyata secret place nya adalah rumah saya sendiri. Belum puas mereka mengabadikan kejadian penyiksaan tsb dgn foto-foto dan sejumlah video daaan diupload ke facebook serta ditag ke beberapa orang yg senang melihat saya tersiksa :p
Tapi gw ga bisa marah karna it was my first experience hehehe. Terimakasih, Aprianty Abas, Chairany Yasmita, Wa ode Nurhayda. Makasih juga semua temen-temen & sahabat yg selalu ada buat gw saat gw sedang berada dalam titik terendah, saat terjatuh, dan kalian selalu mengulurkan tangan, membantu gw kembali berdiri dan akhirnya dapat berjalan dengan tegap menyongsong hari esok.
Tapi, di 2009 juga sekaligus gw kehilangan seseorang yg dulu seiya-sekata, yg dulu saling mendukung, mendengar segala keluh-kesah. Kehilangan disini karna suatu permasalahan akibat mempertahankan ego masing-masing, dan karna seseorang yg tidak sepadan yg membuat kita harus kehilangan satu sama lain. Kalau kamu wahai teman, membaca postingan ini, saya cuma mau menyampaikan, tolonglah kita selesaikan semuanya dengan DEWASA, bukan saling membicarakan dibelakang, saling curiga dan mengejek satu sama lain. Betapa jalinan pertemanan kita terlalu berharga dibanding seseorang yang sekedar datang dan meninggalkan luka dihati masing-masing. Sungguh teman, saya mengikhlaskan dia sepenuhnya, saya pun mendukung kamu berjalan berdampingan dengannya. Tapi jgn sangkut-pautkan saya dalam setiap permasalahanmu. Kenapa mesti kamu, teman. Yang membuat saya sakit dan menangis.
Yasudahlah gw jadi melankolis begini, lanjut deh :p
2. Pacar Tersayang
Seseorang yg gw kenal dari social network di tahun 2007, yg awalnya cuma saling ninggalin komen di profile masing-masing, sampe ninggalin nomor hape di message (hahaha) lalu berjalan saling menjaga komunikasi dengan smsan, telp"an. Awalnya gw anggep dia tmn biasa, tapi gw punya some feeling yg mengatakan kalau dia itu istimewa, extra ordinary. Di thn 2008 sempet lost contact karna beberapa hal, daaan di 2009 komunikasi kami terjalin lebih baik lagi, sampai di bulan agustus kita saling berkomitmen untuk memulai suatu hubungan dengan landasan cinta dan kepercayaan :P (agak telenovela sekali bahasa gw). Gw sama dia terpisah oleh suatu Jarak. Antara Jogjakarta-Jakarta.
Dan di tanggal 24 des kita kembali bertemu, menghabiskan waktu bersama hingga tgl 28 des.
Ada berbagai peristiwa yg ga akan gw lupain juga, tapi itu off the record :P yg pasti gw nyaman bersandar disampingnya, gw bisa jadi diri sendiri dan saling menertawakan kebodohan masing-masing. Bukan menutupi kekurangan, tapi kami menerima kekurangan dan menjadikannya kelebihan agar hubungan kami semakin kuat.
Saya bangga bisa mengenalnya, saya bahagia bisa menggandeng tangannya, dan setiap moment yg kami habiskan bersama, tak ada habisnya menggelayuti pikiran saya.
Dapat membuat tersenyum sampai menangis sesenggukan :p
Kami berbeda, sampai perbedaan itu membuat gw tergerak untuk merangkumnya dalam beberapa bait kata:
⌣Dia hidup dalam malam
Aku bekerja untuk siang
⌣Dia pecinta
Aku memuja
⌣Dia melindungi dan menjaga
Aku posesif
⌣Dia menemani selama ku terjaga
Aku membangunkannya dikala ia terlelap
⌣Dia musik
Aku ruang hampa udara
⌣Dia berani
Aku sembunyi
Yah begitulah kira-kira.
Yang pasti, gw romantis dia cuek najis huahahahh..
Derry Ramadhan, terimakasih telah melengkapi hidup saya mengajarkan berbagai pengalaman baru dan membuat saya lebih berani berkomitmen.
3. Keluarga
Gw ini tipikal anak rumahan, tapi ga deket sama orang rumah. Kalo bokap gw bilang, gw itu ambegan dan keras kepala. Tapi nyokap bilang, sifat gw ga jauh beda dari bokap (apaloh paah hehe). Beda sama gw, adek gw satu-satunya, lelaki kesayangan nyokap itu justru paling ga betah dirumah. Tapi yg paling jarang dirumah justru deket sama ortu. Malah gw yg sering hibernasi dikamar, jarang menghabiskan waktu sama bokap-nyokap. Tapi seiring berjalannya waktu, gw coba buat lebih terbuka dengan keluarga gw. I tried to kiss on their cheeks every morning before I went to college.
Yah mungkin bagi sebagian dari kalian, itu adalah hal yg biasa dilakukan. Tapi buat gw, itu adalah hal baru. Karna gw ga biasa mengekspresikan sayang ke ortu :p
Karna pacar juga, gw mulai curhat-curhatan ke nyokap, minta pendapat ke bokap, dan adek gw juga bisa lebih mengenal kakaknya dari si pacar huahahah..
Pokonya jalinan hubungan gw dengan keluarga jauh lebih baik di tahun 2009 :)
Mungkin itu sekilas flashback di tahun 2009, dan masih beribu peristiwa yang terlewati dan pastinya ga semuanya bisa gw ceritain di blog.
Yang pasti 2009 membuat saya lebih bergairahhhhh hidup dan lebih termotivasi untuk lebih baik di 2010. Amien :)
1. Sahabat
Tanggal 30 November 2009 adalah hari yg memorable..
Dimana gw ulang tahun yang ke- ehm.. Dua puluh, dan ketiga sahabat gw memberi suatu kejutan, yang mengharuskan gw pake penutup mata dari kampus sampai suatu tempat yg gw sendiri ga tau. Dari kampus-busway-mobil-secret place tsb mata gw ditutup, plus headset dikuping dgn volume paling pol. Sampe secret place tsb, gw diiket di salah satu pohon, dan akhirnya setelah boleh buka penutup mata, langsung muka gw 'disambut' kue dgn cream tebal, dan diguyur dengan campuran kopi + rinso seEMBER. Iyaloh seEMBER -_- dan ternyata secret place nya adalah rumah saya sendiri. Belum puas mereka mengabadikan kejadian penyiksaan tsb dgn foto-foto dan sejumlah video daaan diupload ke facebook serta ditag ke beberapa orang yg senang melihat saya tersiksa :p
Tapi gw ga bisa marah karna it was my first experience hehehe. Terimakasih, Aprianty Abas, Chairany Yasmita, Wa ode Nurhayda. Makasih juga semua temen-temen & sahabat yg selalu ada buat gw saat gw sedang berada dalam titik terendah, saat terjatuh, dan kalian selalu mengulurkan tangan, membantu gw kembali berdiri dan akhirnya dapat berjalan dengan tegap menyongsong hari esok.
Tapi, di 2009 juga sekaligus gw kehilangan seseorang yg dulu seiya-sekata, yg dulu saling mendukung, mendengar segala keluh-kesah. Kehilangan disini karna suatu permasalahan akibat mempertahankan ego masing-masing, dan karna seseorang yg tidak sepadan yg membuat kita harus kehilangan satu sama lain. Kalau kamu wahai teman, membaca postingan ini, saya cuma mau menyampaikan, tolonglah kita selesaikan semuanya dengan DEWASA, bukan saling membicarakan dibelakang, saling curiga dan mengejek satu sama lain. Betapa jalinan pertemanan kita terlalu berharga dibanding seseorang yang sekedar datang dan meninggalkan luka dihati masing-masing. Sungguh teman, saya mengikhlaskan dia sepenuhnya, saya pun mendukung kamu berjalan berdampingan dengannya. Tapi jgn sangkut-pautkan saya dalam setiap permasalahanmu. Kenapa mesti kamu, teman. Yang membuat saya sakit dan menangis.
Yasudahlah gw jadi melankolis begini, lanjut deh :p
2. Pacar Tersayang
Seseorang yg gw kenal dari social network di tahun 2007, yg awalnya cuma saling ninggalin komen di profile masing-masing, sampe ninggalin nomor hape di message (hahaha) lalu berjalan saling menjaga komunikasi dengan smsan, telp"an. Awalnya gw anggep dia tmn biasa, tapi gw punya some feeling yg mengatakan kalau dia itu istimewa, extra ordinary. Di thn 2008 sempet lost contact karna beberapa hal, daaan di 2009 komunikasi kami terjalin lebih baik lagi, sampai di bulan agustus kita saling berkomitmen untuk memulai suatu hubungan dengan landasan cinta dan kepercayaan :P (agak telenovela sekali bahasa gw). Gw sama dia terpisah oleh suatu Jarak. Antara Jogjakarta-Jakarta.
Dan di tanggal 24 des kita kembali bertemu, menghabiskan waktu bersama hingga tgl 28 des.
Ada berbagai peristiwa yg ga akan gw lupain juga, tapi itu off the record :P yg pasti gw nyaman bersandar disampingnya, gw bisa jadi diri sendiri dan saling menertawakan kebodohan masing-masing. Bukan menutupi kekurangan, tapi kami menerima kekurangan dan menjadikannya kelebihan agar hubungan kami semakin kuat.
Saya bangga bisa mengenalnya, saya bahagia bisa menggandeng tangannya, dan setiap moment yg kami habiskan bersama, tak ada habisnya menggelayuti pikiran saya.
Dapat membuat tersenyum sampai menangis sesenggukan :p
Kami berbeda, sampai perbedaan itu membuat gw tergerak untuk merangkumnya dalam beberapa bait kata:
⌣Dia hidup dalam malam
Aku bekerja untuk siang
⌣Dia pecinta
Aku memuja
⌣Dia melindungi dan menjaga
Aku posesif
⌣Dia menemani selama ku terjaga
Aku membangunkannya dikala ia terlelap
⌣Dia musik
Aku ruang hampa udara
⌣Dia berani
Aku sembunyi
Yah begitulah kira-kira.
Yang pasti, gw romantis dia cuek najis huahahahh..
Derry Ramadhan, terimakasih telah melengkapi hidup saya mengajarkan berbagai pengalaman baru dan membuat saya lebih berani berkomitmen.
3. Keluarga
Gw ini tipikal anak rumahan, tapi ga deket sama orang rumah. Kalo bokap gw bilang, gw itu ambegan dan keras kepala. Tapi nyokap bilang, sifat gw ga jauh beda dari bokap (apaloh paah hehe). Beda sama gw, adek gw satu-satunya, lelaki kesayangan nyokap itu justru paling ga betah dirumah. Tapi yg paling jarang dirumah justru deket sama ortu. Malah gw yg sering hibernasi dikamar, jarang menghabiskan waktu sama bokap-nyokap. Tapi seiring berjalannya waktu, gw coba buat lebih terbuka dengan keluarga gw. I tried to kiss on their cheeks every morning before I went to college.
Yah mungkin bagi sebagian dari kalian, itu adalah hal yg biasa dilakukan. Tapi buat gw, itu adalah hal baru. Karna gw ga biasa mengekspresikan sayang ke ortu :p
Karna pacar juga, gw mulai curhat-curhatan ke nyokap, minta pendapat ke bokap, dan adek gw juga bisa lebih mengenal kakaknya dari si pacar huahahah..
Pokonya jalinan hubungan gw dengan keluarga jauh lebih baik di tahun 2009 :)
Mungkin itu sekilas flashback di tahun 2009, dan masih beribu peristiwa yang terlewati dan pastinya ga semuanya bisa gw ceritain di blog.
Yang pasti 2009 membuat saya lebih bergairahhhhh hidup dan lebih termotivasi untuk lebih baik di 2010. Amien :)
07 Januari 2010
RANAh dunia maya..
Gw baru tau tentang Rana kemaren, seorang anak smp yang jadi trending topic di chwiderr gara-gara buka situs tsb dan banyak menemukan namanya disebut-sebut.
Kalo orang bilang, ibukota lebih kejam daripada ibu tiri,
Maka dunia maya bisa lebih membuat orang depresi dibanding luna maya (lahh..) Maksutnya dibanding real life.
Dunia maya bisa lebih membunuh dibanding buaya (membunuh karakter lebih tepatnya)
Dunia maya bisa membuat anda tampak gaya, sekaligus tak berdaya.
Jadi teman-teman sekalian, gw ga akan ngebahas tentang rana disini, cukup sekedar tau, dan jadi bahan pembelajaran bahwa attitude itu diperlukan dalam segala hal dan kondisi.
Even in the cyber world.
So take your manner, watch your behave.
Lebih baik tebar aura positive kalo masang status update di social network dibanding mencak-mencak ga karuan, curhat bagaikan orang paling tersiksa sedunia, nyindir orang lain.
Social network adalah sarana menjalin pertemanan, bukan menambah musuh.
Happy thursday, teman-teman semua :)
Kalo orang bilang, ibukota lebih kejam daripada ibu tiri,
Maka dunia maya bisa lebih membuat orang depresi dibanding luna maya (lahh..) Maksutnya dibanding real life.
Dunia maya bisa lebih membunuh dibanding buaya (membunuh karakter lebih tepatnya)
Dunia maya bisa membuat anda tampak gaya, sekaligus tak berdaya.
Jadi teman-teman sekalian, gw ga akan ngebahas tentang rana disini, cukup sekedar tau, dan jadi bahan pembelajaran bahwa attitude itu diperlukan dalam segala hal dan kondisi.
Even in the cyber world.
So take your manner, watch your behave.
Lebih baik tebar aura positive kalo masang status update di social network dibanding mencak-mencak ga karuan, curhat bagaikan orang paling tersiksa sedunia, nyindir orang lain.
Social network adalah sarana menjalin pertemanan, bukan menambah musuh.
Happy thursday, teman-teman semua :)
06 Januari 2010
beberapa pelajaran yang bisa diambil dari bapak supir taksi :)
Gw lagi uas nih,bloggy (pst..wish me luck! :P), tadi malem (atau pagi buta) gw tidur jam 1, dan mesti bangun jam 5. Jadi cuma tidur 4jam.
Di baswe malah sempet ketiduran, jadi mending sekalian turun di ragunan terus naik taksi deh. Ga lucu juga kalo gw ketiduran lagi di angkot.
Serunya, gw dapet supir taksi, seorang bapak-bapak dengan logat betawi (suara nan lantang) yang senang berbagi cerita.
dimulai tentang percakapan mengenai buah-buahan. Jadi,setiap ketemu tukang buah pinggir jalan, si abang taksi selalu berbagi cerita seputar buah:
1. Dukuh
"Kemaren saya makan dukuh di kebon punya temen saya, ada kali 3kilo. Buat saya, makan dukuh itu kaya makan kacang, ga ada abisnya"
Comment: si absup (abangsupir) telah memilih profesi yang tepat sebagai supir taksi. Ga kebayang kalo dia jadi penjual dukuh.
2. Duren
"Oya abis makan dukuh, saya makan duren dua biji. Anak buah temen saya heran aja saya makan sebanyak itu, tapi mereka maklumlah, saya kan temennya yang punya kebon"
Comment: kalo mau makan buah gratis sepuasnya, berkawanlah dengan orang yang punya kebon luas dan datang saat musim panen tiba :D
3. Rambutan
"Wah udah ga bener itu rambutan tiga iket dijual limarebu (baca: 5000 :p) pasti rasanya udah ga karu-karuan. Emang rambutan itu buah paling ngga laku, ga kaya dukuh. Saya hobi banget sama dukuh palembang. Tapi yang sebelah sana mahal mbak, tujurebu (baca: 7000 :p :p) kecil-kecil. Mending saya makan di kebon temen saya, dagingnya tebel-tebel, manis lagi"
Comment: kalau anda berminat mjd tukang buah, jangan berbisnis rambutan, dan jangan jual dukuh kecil-kecil dgn harga 7ribu atau pelanggan anda akan lari ke kebun temannya. Oya, coba lebih kreatif dalam memilih hobby, seperti si bapak supir yg hobbynya memakan dukuh (hobby berenang, baca novel, shopping,are sooo.... LAST YEAR MAN!)
Tidak sekedar bicara tentang buah-buahan, gw juga jadi tau tentang harga tanah di Jakarta. Hal ini dimulai dari satu butir pertanyaan saya ke bapak supir (sekarang jadi bapsup):
"Bapak orang sini yah?"
(maksutnya: bapak tinggal disekitar sini?)
Di jawab:
1. Dulu saya di tebet timur.
Empat puluh tahun disana, tapi saya tinggalin aja, rumah saya kontrakin, terus pindah ke daerah sini di jl.XYZ (gw lupa nama jalannya)
2. (nunjuk satu gang yg kbetulan dilewatin) Saya juga pernah tinggal disitu, dalem gang itu tuh, ah tapi saya jual aja. 150meter 75juta, gara-gara anak saya tuh seenaknya ngontrakin rumah, eeh yg ngontrak pada kabur kaga bayar. Jual KESEL tuh, sampe sekarang saya KESEL kalo inget dulu jual segitu. Padahal 1meter bisa 1juta. KESEL saya jual kemurahan kmaren (gw ngedengernya juga jadi ikutan KESEL! Ati-ati terlalu emosi nanti KESELek loh, pak :p)
3. Di daerah (sebutlah ABC; karna gw lupa hehe) juga saya punya mbak, 50meteran lah, ada orang beli 55juta, saya lepas aja dia berani bayar segitu.
4. Nah saya juga ada tuh daerah PQR (bener-bener gw ga nyimak nama daerahnya. Agak NYESEL, jadi KESEL deh :p :p) rumahnya udah jadi, bagus mbak, tapi belum ada listrik. Terus masih sepi lingkungannya, yauda saya jual lagi aja deh.
5. Jadi sebenernya saya itu banyaklah rumah, tapi saya jarang nempatin. Mau buat siapa juga, anak-anak saya udah pada punya rumah masing-masing. Saya mah alhamdulillah mbak, meskipun saya supir taksi tapi anak-anak pada 'jadi' (baca: sukses) semua.
Conclusion:
Si bapak supir taksi ternyata punya double job sebagai penjual rumah dadakan. Sayang sekali, saya baru bertemu si bapak supir taksi hari ini (ngarep bisa dibagi salah satu rumahnya huahahah)
Selamat tahun baru, bloggy sekalian.
Selamat tahun baru, bapak supir taksi.
Selamat tahun baru, wahai aktivitas baru, kawan baru, semangat baru, pengalaman baru.
Can't wait to explore all of you in this fabulous year.
Happy 2010 :)
Di baswe malah sempet ketiduran, jadi mending sekalian turun di ragunan terus naik taksi deh. Ga lucu juga kalo gw ketiduran lagi di angkot.
Serunya, gw dapet supir taksi, seorang bapak-bapak dengan logat betawi (suara nan lantang) yang senang berbagi cerita.
dimulai tentang percakapan mengenai buah-buahan. Jadi,setiap ketemu tukang buah pinggir jalan, si abang taksi selalu berbagi cerita seputar buah:
1. Dukuh
"Kemaren saya makan dukuh di kebon punya temen saya, ada kali 3kilo. Buat saya, makan dukuh itu kaya makan kacang, ga ada abisnya"
Comment: si absup (abangsupir) telah memilih profesi yang tepat sebagai supir taksi. Ga kebayang kalo dia jadi penjual dukuh.
2. Duren
"Oya abis makan dukuh, saya makan duren dua biji. Anak buah temen saya heran aja saya makan sebanyak itu, tapi mereka maklumlah, saya kan temennya yang punya kebon"
Comment: kalo mau makan buah gratis sepuasnya, berkawanlah dengan orang yang punya kebon luas dan datang saat musim panen tiba :D
3. Rambutan
"Wah udah ga bener itu rambutan tiga iket dijual limarebu (baca: 5000 :p) pasti rasanya udah ga karu-karuan. Emang rambutan itu buah paling ngga laku, ga kaya dukuh. Saya hobi banget sama dukuh palembang. Tapi yang sebelah sana mahal mbak, tujurebu (baca: 7000 :p :p) kecil-kecil. Mending saya makan di kebon temen saya, dagingnya tebel-tebel, manis lagi"
Comment: kalau anda berminat mjd tukang buah, jangan berbisnis rambutan, dan jangan jual dukuh kecil-kecil dgn harga 7ribu atau pelanggan anda akan lari ke kebun temannya. Oya, coba lebih kreatif dalam memilih hobby, seperti si bapak supir yg hobbynya memakan dukuh (hobby berenang, baca novel, shopping,are sooo.... LAST YEAR MAN!)
Tidak sekedar bicara tentang buah-buahan, gw juga jadi tau tentang harga tanah di Jakarta. Hal ini dimulai dari satu butir pertanyaan saya ke bapak supir (sekarang jadi bapsup):
"Bapak orang sini yah?"
(maksutnya: bapak tinggal disekitar sini?)
Di jawab:
1. Dulu saya di tebet timur.
Empat puluh tahun disana, tapi saya tinggalin aja, rumah saya kontrakin, terus pindah ke daerah sini di jl.XYZ (gw lupa nama jalannya)
2. (nunjuk satu gang yg kbetulan dilewatin) Saya juga pernah tinggal disitu, dalem gang itu tuh, ah tapi saya jual aja. 150meter 75juta, gara-gara anak saya tuh seenaknya ngontrakin rumah, eeh yg ngontrak pada kabur kaga bayar. Jual KESEL tuh, sampe sekarang saya KESEL kalo inget dulu jual segitu. Padahal 1meter bisa 1juta. KESEL saya jual kemurahan kmaren (gw ngedengernya juga jadi ikutan KESEL! Ati-ati terlalu emosi nanti KESELek loh, pak :p)
3. Di daerah (sebutlah ABC; karna gw lupa hehe) juga saya punya mbak, 50meteran lah, ada orang beli 55juta, saya lepas aja dia berani bayar segitu.
4. Nah saya juga ada tuh daerah PQR (bener-bener gw ga nyimak nama daerahnya. Agak NYESEL, jadi KESEL deh :p :p) rumahnya udah jadi, bagus mbak, tapi belum ada listrik. Terus masih sepi lingkungannya, yauda saya jual lagi aja deh.
5. Jadi sebenernya saya itu banyaklah rumah, tapi saya jarang nempatin. Mau buat siapa juga, anak-anak saya udah pada punya rumah masing-masing. Saya mah alhamdulillah mbak, meskipun saya supir taksi tapi anak-anak pada 'jadi' (baca: sukses) semua.
Conclusion:
Si bapak supir taksi ternyata punya double job sebagai penjual rumah dadakan. Sayang sekali, saya baru bertemu si bapak supir taksi hari ini (ngarep bisa dibagi salah satu rumahnya huahahah)
Selamat tahun baru, bloggy sekalian.
Selamat tahun baru, bapak supir taksi.
Selamat tahun baru, wahai aktivitas baru, kawan baru, semangat baru, pengalaman baru.
Can't wait to explore all of you in this fabulous year.
Happy 2010 :)
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)
